Breaking News:

Kyai Kampung di Bantul Dukung Vaksinasi Covid-19 

Keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, Kabupaten Bantul mengajak warga untuk pro-aktif menyambut dan mengikuti program vaksinasi

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, Kabupaten Bantul mengajak warga untuk pro-aktif menyambut dan mengikuti program vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, Kabupaten Bantul mengajak warga untuk pro-aktif menyambut dan mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, pesan ini harus disampaikan, mengingat tidak sedikit warga maupun tokoh masyarakat yang tidak mau divaksin, bahkan menolak dan melakukan provokasi melalui berbagai media sosial dan kultural seperti angkringan, ronda maupun perkumpulan.

"Bahkan pandangan dan informasi menyesatkan seperti menolak vaksinasi adalah jihad, dan berbagai hoaks yang diterima melalui media sosial menyebabkan penolakan terhadap kebijakan vaksinasi ini cukup efektif," kata Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, KH. Beny Susanto, S.Ag. MSI, melalui keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021). 

Baca juga: Satgas Kapanewon Sentolo Kulon Progo Bubarkan Warga yang Nekat Gelar Hajatan Saat Positif Covid-19

Program vaksinasi di Kabupaten Bantul saat ini terus bergulir.

Bahkan, menurut Beny saat ini vaksinasi semakin gencar dilakukan. Tempat vaksinasi pun beragam.

Tidak melulu rumah sakit dan puskesmas, tetapi telah dilakukan di tempat publik seperti kantor pemerintahan, Polsek, Koramil, sekolah dan pesantren.

Keterlibatan berbagai lembaga Negara, seperti Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan BIN bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat, diharapkan mempercepat proses kebangkitan bangsa dan Negara Indonesia dari pandemi Covid-19.

Menurut dia, pandemi Covid-19 hanya bisa ditundukan atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa melalui ikhtiar bahu-membahu dan kerja sama dalam pelaksanaan protokol kesehatan, kebijakan vaksinasi, penerapan PPKM dan persekutuan dalam doa serta protokol iman. 

"Hentikan hoaks, caci maki dan provokasi. Ganti dengan kerja sama dan saling membantu serta doa. Terus bersyukur dengan berbahagia atas segala karunia Tuhan. Menjaga imun, bekerja di rumah dan perbanyak mendekat Tuhan," ujar Beny yang juga menjabat sebagai A’wan Syuriah PWNU DIY. 

Bagi kaum muslim, Ia mengajurkan untuk membaca qunut nazilah pada rakaat terakhir shalat wajib lalu perbanyaklah membaca shalawat dan istighfar. 

Baca juga: Paguyuban Kawasan Malioboro Minta Bantuan Permodalan dari Pemerintah

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, PWNU DIY bekerja sama dengan PCNU akan mengadakan zoom meeting, doa bersama secara virtual, tema “Masyarakat Sehat Indonesia Kuat” yang terbuka umum, ID : 8389690 7508, dan Passcode :doa. 

Istighosah akan dipimpin oleh KH. Syaifuddin (Rois Syuriah PCNU Kulon Progo). Menjaga diri, keluarga dan lingkungan untuk ikhtiar Indonesia bangkit. 

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya untuk seluruh bangsa dan Negara Indonesia," harap dia. 

Setelah tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, program vaksinasi di Kabupaten Bantul saat ini menyasar lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum dan remaja. 

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho menyampaikan, cakupan vaksin di Kabupaten Bantul sudah mencapai 94.72 persen untuk dosis pertama. Di mana total sasaran vaksin saat ini ada 193,372 orang. Yang sudah divaksin 183,226 orang untuk dosis pertama. Sementara dosis kedua, 75,145 orang. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved