Breaking News:

Ikuti Instruksi Pusat, Pemkab Gunungkidul Salurkan BST ke 28 Ribu KPM

Lebih dari 28 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Gunungkidul mulai menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lebih dari 28 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Gunungkidul mulai menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Adapun proses penyaluran dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Hadi Hendra Prayoga mengatakan penyaluran BST tersebut sesuai permintaan dari pusat.

Baca juga: Masyarakat Sleman yang Sedang Isolasi Mandiri Bisa Ajukan Bantuan Sembako ke RT/RW Setempat

"Pusat ingin ada percepatan dalam proses penyaluran di daerah, sehingga proses perdananya kami mulai Senin (19/07/2021) lalu," jelas Hendra dihubungi pada Kamis (22/07/2021).

Adapun saat itu penyaluran perdana dilakukan pada sejumlah warga asal salah satu kalurahan di Wonosari. Sedangkan untuk yang lainnya akan mulai dilakukan Sabtu (24/07/2021) mendatang.

Menurut data yang diberikan, Hendra mengatakan total penerima BST Kemensos ini mencapai 28.228 KPM. Tiap KPM akan mendapatkan BST senilai Rp 600 ribu.

"Itu untuk bulan Mei dan Juni, jadi per bulan per KPM nominalnya Rp 300 ribu," jelasnya.

Hendra mengatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono telah membuat Edaran bagi para Panewu. Isinya agar pelaksanaan penyaluran BST diatur sehingga tidak terjadi kerumunan warga.

Tiap penerima nantinya bisa mengambil BST sesuai jadwal yang disusun oleh PT Pos Indonesia Cabang Wonosari. Protokol kesehatan (prokes) wajib jadi perhatian saat penyaluran berlangsung.

Baca juga: Banyak Nakes Meninggal Terpapar Covid-19, Ketua IDI Yogya: Ya Allah, Kenapa Ini Tidak Bisa Selesai

"Nanti dari PT Pos Indonesia yang akan menyesuaikan titik lokasi, hari, hingga jadwal penyalurannya," jelas Hendra mengutip Edaran Sekda.

Terpisah, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari Adam Nugroho mengatakan penyaluran BST akan dilakukan dengan sistem gelombang. Tiap gelombang dibatasi maksimal ada 50 warga penerima.

Sedangkan untuk tiap antrean diatur maksimal 30 orang. Para penerima diminta menyiapkan identitas diri untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Kami siapkan petugas juga untuk memastikan tidak terjadi kerumunan saat pengambilan," jelas Adam. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved