Breaking News:

Yogyakarta

Fasilitas Olahraga Milik Pemda DIY Dapat Digunakan PSIM Selama PPKM Jika Jadwal Liga Sudah Jelas

Kebijakan yang ditetapkan merupakan hasil dari pertimbangan mengenai skala prioritas.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Stadion Mandala Krida 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali fasilitas olahraga milik Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta hanya dibuka khusus untuk atlet Puslatda Pekan Olahraga Nasional (PON).

Fasilitas olahraga tersebut seperti kompleks Stadion Mandala Krida yang terletak di jantung Kota Yogyakarta.

Beberapa cabang olahraga yang dilatih di sana antara lain, panjat tebing, sepatu roda, dan voli pasir.

Namun kebijakan tersebut berbeda untuk pemain PSIM Yogyakarta yang sedang mempersiapkan Liga 2 2021.

Baca juga: Kondisi Fisik Menurun Skuat PSIM Selama Libur Latihan PPKM Darurat

Seperti dikatakan oleh kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Eka Heru Prasetya bahwa untuk saat ini pihaknya belum dapat mengeluarkan izin bagi PSIM Yogyakarta.

"Ya untuk saat ini PSIM Yogyakarta belum bisa, kita terbatas untuk atlet PON dan Peparnas saja," kata heru kepada Tribunjogja.com, Kamis (22/7/2021).

Ia menyebut kebijakan yang ditetapkan itu merupakan hasil dari pertimbangan mengenai skala prioritas.

Seperti diketahui, jadwal PON XX Papua akan digelar pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Praktis, waktu persiapan atlet PON DIY hanya menyisakan sekitar dua bulan lagi untuk mengejar puncak performa.

Sedangkan jadwal kompetisi Liga 2 masih belum jelas kapan hendak diselenggarakan.

Baca juga: Fisik Pemain PSIM Yogyakarta Disebut Menurun Semenjak Penerapan PPKM Darurat

"Mungkin nanti kalau kompetisi liga sudah ada kepastian, kita bisa masukan ke skala prioritas juga untuk PSIM Yogyakarta," jelasnya.

Sementara untuk seluruh atlet yang menggunakan fasilitas olahraga milik Pemda DIY itu tetap akan dibatasi.

Syaratnya mereka tidak boleh membawa orang lain ke area lapangan.

Selain itu mereka juga akan diminta mengecek suhu badan lebih dulu sebelum masuk, jika kedapatan lebih dari 37,5 derajat celcius, maka atlet tidak bisa memasuki lapangan.

"Ya kita sesuaikan juga dengan aturan satgas Covid yang meminta tidak lebih dari 30 orang di tempat, juga beberapa prokes lainnya harus diterapkan dengan ketat," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved