Breaking News:

Dinkes Kabupaten Magelang Sebut Butuh Tambahan Tenaga Pendukung untuk Tangani Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang membutuhkan tambahan tenaga pendukung penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang membutuhkan tambahan tenaga pendukung penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Plt Dinkes Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menuturkan, penambahan tenaga pendukung diakibatkan banyak tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit (RS) rujukan yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Inilah Aksi Anggota Dewan Indaruwanto Jadi Relawan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

"Beberapa RS rujukan saat ini sudah membuka lowongan untuk para tenaga pendukung penanganan Covid-19, di antaranya RSD Merah Putih yang sudah membuka sebanyak 49 lowongan untuk tenaga pendukung. Serta, RS Muntilan yang kembali membuka pengadaan tenaga pendukung hingga gelombang kedua," jelasnya pada Kamis (22/07/2021).

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga pendukung diserahkan kepada masing-masing RS Rujukan.

Namun, tetap mengedepankan profesionalitas dalam bidang kesehatan.

"Kami serahkan kepada RS rujukan terkait penambahan tenaga pendukung ini. Karena, bagaimanapun diusahakan pelayanan  kesehatan harus tetap optimal," ujarnya.

Baca juga: Cerita Relawan DI Yogyakarta di Masa Pandemi Covid-19, Beban Berat Setara Nakes

Sementara itu, terkait adanya penurunan angka kasus penularan selama masa pemberlakuan PPKM Darurat di wilayah Kabupateb Magelang.

Pihaknya pun, tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak lengah dan abai terhadap penegakan proktokol kesehatan.

"Betul, meskipun ada penurunan angka kasus penularan bukan berarti pandemi telah berakhir. Masyarakat tetap harus mematuhi prokes yang ada, apalagi adanya temuan varian delta. Sehingga, penerapan prokes harus lebih ketat lagi," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved