Breaking News:

BREAKING NEWS: BOR Gunungkidul Capai 90 Persen Hari Ini, Oksigen Disebut Masih Mencukupi

Tingkat keterisian tempat tidur alias Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul nyaris maksimal.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tingkat keterisian tempat tidur alias Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul nyaris maksimal.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty.

Ia mengatakan bahwa saat ini BOR rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Gunungkidul mencapai 90 persen.

Meski demikian, ia tak merinci jumlah tempat tidur yang terpakai ataupun yang masih tersedia.

Baca juga: Masyarakat Sleman yang Sedang Isolasi Mandiri Bisa Ajukan Bantuan Sembako ke RT/RW Setempat

"Saat ini 90 persen, namun ini dinamis sekali (bisa berubah-ubah)," kata Dewi, Kamis (22/07/2021).

Tingginya tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 menandakan kebutuhan untuk penanganan juga bertambah. Khususnya pasokan oksigen bagi pasien bergejala sedang hingga berat.

Meski begitu, Dewi memastikan sementara ini persediaan oksigen masih mencukupi. Sebab RS rujukan tetap berupaya memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk RS swasta yang ikut membantu penanganan.

"RS melakukan hunting (pencarian) oksigen setiap hari agar kebutuhan terpenuhi," jelasnya.

Adapun hari ini Dinkes Gunungkidul melaporkan 260 kasus baru konfirmasi positif COVID-19. 17 di antaranya meninggal dunia, yang mana seluruhnya tengah dirawat di RS.

Kini angka kumulatif konfirmasi positif COVID-19 Gunungkidul mencapai 12.588 kasus. Angka meninggal dunia naik jadi 607 kasus, 3.092 kasus aktif, serta 8.889 kasus sembuh.

Baca juga: Kurang 4 Hari Lagi! BKN Ingatkan Pelamar Segera Selesaikan Proses Pendaftaran CPNS 2021

"Hari ini terdapat 239 kasus sembuh baru," kata Dewi.

Upaya peningkatan kemampuan oksigen terus dilakukan oleh RSUD Wonosari sebagai rujukan utama COVID-19 Gunungkidul. Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati mengatakan upgrade dilakukan pada kompresor mesin pengolah oksigen.

Berdasarkan informasi terakhir yang diberikan, generator oksigen RSUD Wonosari mampu memproduksi 9 juta liter oksigen per bulan. Namun persediaan itu hanya mencukupi bagi pasien internal RSUD.

"Asal tidak bertambah terus pasiennya, oksigen yang ada masih mencukupi," kata Heru beberapa waktu lalu. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved