Breaking News:

Banyak Nakes Meninggal Terpapar Covid-19, Ketua IDI Yogya: Ya Allah, Kenapa Ini Tidak Bisa Selesai

Satu orang tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Panembahan Senopati Bantul meninggal dunia setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, bersama Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo serta direksi RSUD Panembahan Senopati Bantul dan karyawan saat mendoakan den melepas kepergian almarhum Widodo. 

"Saya kira tempat kerja sudah relatif tertata. Yang beberapa hasil medikasi kami, itu justru di kampung. Di rumah ya macam-macam lah. Jadi bisa disiplin di tempat kerja begitu pulang di kampung kurang tertib akhirnya tertular," ungkap dia.

Ia pun mendesak kepada pemangku kebijakan baik di pemerintah pusat, maupun di pemerintah daerah supaya lebih tegas dalam menentukan kebijakan.

"Tolong pengambil kebijakan betul-betul yang bijak. Jangan kami terus menjadi korban. Hampir 1,5 tahun berjuang kayak gini," terang Joko.

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com)

Perjuangan sebagai nakes di kala pandemi saat ini, menurutnya semakin berat ketika salah satu dari mereka ada yang mendapat perlakuan kurang mengenakan. 

Selain itu beberapa masyarakat justru menganggap pasien yang sedang menjalani perawatan diklaim telah dicovidkan oleh pihak rumah sakit.

"Ada yang dilecehkan, ada yang bilang dicovidkan, itu kan tuduhan keji. Nggak mungkin itu, kami punya kode etik, kami disumpah dokter, perawat dan apoteker," jelasnya.

Malam ini IDI Yogyakarta akan berkoordinasi dengan IDI pusat untuk mengambil sikap atas meninggalnya satu nakes dari RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) cabang DIY, Dr dr Darwito, menanggapi adanya kabar duka tersebut.

Secara SOP di rumah sakit, dipastikan bahwa setiap rumah sakit sudah menerapkan standar pelayanan yang ditentukan.

Namun demikian dirinya baru akan memastikan apakah rumah sakit tempat almarhum bertugas masuk sebagai anggota Persi DIY.

"Pelayanan tentu sudah. Cuma kami perlu memastikan dulu apakah masuk anggota Persi," pungkasnya. 

( tribunjogja.com/ miftahul huda )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved