Breaking News:

Feature

Warga Tak Kenali Pak Lurah, Ini Cerita Tim Pemulasara Jenazah Pasien Covid-19 di Bangunharjo

Penularan Covid-19 yang kian masif memaksa semua orang untuk bergerak aktif dalam menangani dampaknya.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
dok.istimewa
BEKERJA - Tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul sedang bertugas dengan protokol Covid-19. 

Penularan Covid-19 yang kian masif memaksa semua orang untuk bergerak aktif dalam menangani dampaknya. Satuan tugas tingkat kalurahan juga mengambil peran melakukan pemulasaran dan pemakaman bagi warganya.

SATU di antara kalurahan yang sudah memiliki tim pemulasaraan tersendiri adalah Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul. Lurah Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo mengatakan, tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protokol tetap (protap) Covid-19 di wilayahnya beranggota delapan orang.

Mereka tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kalurahan setempat dan sudah mendapat pelatihan terkait pemulasaraan serta pemakaman jenazah dengan protap Covid-19. Kedelapan orang itu sudah bertugas sejak pertengahan Juni, dan sejak itu selalu siaga 24 jam menunggu panggilan permintaan pemulasaran jenazah.

"Biasanya saya sendiri yang memimpin pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19," kata Yuni, Selasa (21/7/2021).

Yuni mengaku sering turun langsung memimpin pemulasaraan jenazah. Sebab, meski sudah ada pelatihan, terkadang ada anggota yang merasa takut memandikan jenazah dengan protap Covid-19. Terutama, untuk pasien yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Selama menjalankan misi kemanusiaan itu, diakui Yuni, sebagian pihak keluarga pasien yang meninggal tidak mengenali dirinya sebagai lurah, karena tubuhnya tertutup oleh alat pelindung diri (APD). Sisi baiknya, keluarga yang sedang berduka jadi tidak merasa canggung saat menerima tim di rumah duka untuk memandikan jenazah.

Di lapangan, tim pemulasaran dan pemakaman saling berbagi tugas. Ada yang melakukan pemulasaraan, penyemprotan, maupun penguburan. Saat menjalankan tugas itu, keselamatan anggota menurutnya yang paling utama.

Ada standar operasional prosedur yang harus dijalankan, seperti memastikan tidak ada celah APD yang bisa membuat cairan masuk mengenai badan petugas saat memandikan jenazah. "Yang dirukti dan dimakamkan adalah jenazah pasien Covid-19, sehingga keselamatan anggota yang utama," kata Yuni.

Menurutnya, selama ini sudah ada puluhan Jenazah di Bangunharjo yang dimakamkan dengan protokol tetap Covid-19. Yuni mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas.

Hal itu untuk mengurangi dan mengendalikan laju penularan virus. Ia sendiri berharap, ke depan tidak lagi perlu melakukan pemulasaraan dan pemakaman jenazah.

"Artinya, kasus penularan menurun dan pasien Covid banyak yang sembuh," harapnya.

Angka kasus harian terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Projotamansari beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo menduga hal itu karena penerapan protokol kesehatan di masyarakat kendor. Warga diminta mengetatkan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas. (Ahmad Syarifudin)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 22 Juli 2021 halaman 04.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved