Breaking News:

Headline

Penerapan Prokes Kendur Lagi, Catatan Evaluasi Kasus Penularan Covid-19 Masa PPKM

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli 2021.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli 2021. Kelonggaran aturan secara bertahap akan dilakukan mulai 26 Juli, apabila tren kasus penularannya menurun.

Sayangnya, sejauh ini angka kasus harian Covid-19 di beberapa wilayah di DIY cenderung masih tinggi. Di Gunungkidul pun angkanya cenderung masih naik tajam.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty melaporkan, bahwa Selasa (20/7/2021), pihaknya menerima hasil 302 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. "17 (pasien) di antaranya meninggal dunia," kata Dewi kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).

Jumlah warga yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri (isoman) bertambah jadi 285 kasus. Adapun yang dinyatakan sudah sembuh mencapai 136 kasus, turun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 249 kasus sembuh.

Sampai hari ini, Gunungkidul telah mencatatkan 12.219 kasus konfirmasi positif secara kumulatif. Terdapat 3.278 berstatus kasus aktif, dan 8.366 warga sudah dinyatakan sembuh. "Hingga hari ini terdapat 575 kasus meninggal dunia," ujar Dewi.

Ia mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Gunungkidul masih terus mengalami fluktuasi. Menurutnya, hal itu menandakan penularan di masyarakat masih terjadi dan menunjukkan bahwa protokol kesehatan (prokes) masih belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat.

Hal itu membuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat belum sepenuhnya berjalan efektif. "Keberhasilan PPKM darurat ini sangat bergantung pada kepatuhan dari masyarakat sendiri," katanya.

Kendurnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat juga diakui oleh Ketua Harian, Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo. Bahkan, angka kasus harian di Bumi Projotamansari tercatat melonjak tajam.

Berdasarkan laporan harian terkonfirmasi Covid-19 di DIY, dalam empat hari terakhir (15-18 Juli) Bantul tercatat ada penambahan 2.979 kasus. "Kasus meningkat, menurut saya karena kendor protokol kesehatan di masyarakat. Satgas di kabupaten, kapanewon, kalurahan, sampai RT terus menerus menyampaikan pada warga untuk menerapkan 5M. Prokes ini wajib dan harus dilakukan," kata Joko, Senin (19/7/2021) lalu.

Wakil Bupati Bantul ini mengatakan, selama ini kinerja petugas satgas dan tenaga kesehatan sudah luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan angka kesembuhan di Bantul yang relatif sangat baik, meskipun diiringi juga dengan peningkatan kasus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved