Breaking News:

Headline

Tetap Optimistis Hadepi Pandemi, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Bertambah 1.150 Kasus

PENYEBARAN virus corona di wilayah DIY semakin masif. Hingga Selasa (20/7), jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 bertambah 1.872 kasus.

Editor: Agus Wahyu
dok.istimewa
Ilustrasi TRC BPBD DIY saat memakamkan pasien dengan protokol Covid-19 

TRIUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyebaran virus corona di wilayah DIY semakin masif. Hingga Selasa (20/7), jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 bertambah 1.872 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi di wilayah ini menjadi 95.948 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan, penambahan kasus diperoleh dari upaya periksa mandiri sebanyak 154 kasus, tracing kontak kasus positif 1.682 kasus, dan skrining karyawan kesehatan dua kasus.

"Untuk 34 kasus belum ada informasi," kata Berty.

Sementara itu, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 436 kasus, Bantul 561 kasus, Kulon Progo 244 kasus, Gunungkidul 251 kasus, dan Sleman 380 kasus.
Berty kemudian melaporkan penambahan kasus sembuh yakni sebanyak 1.150 kasus, sehingga total sembuh menjadi 64.913 kasus.

Sebaran kasus sembuh menurut domisili yakni Kota Yogyakarta 244 kasus, Bantul 264 kasus, Kulon Progo 104 kasus, Gunungkidul 227 kasus, dan Sleman 311 kasus. Untuk pasien meninggal, jumlahnya mengalami lonjakan. Bahkan memecahkan rekor penambahan harian.

Berty melaporkan penambahan pasien meninggal sebanyak 70 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.508 kasus. Rincian distribusi kasus meninggal adalah di Kota Yogyakarta sebanyak 31 kasus, Bantul sembilan kasus, Kulon Progo dua kasus, Gunungkidul 13 kasus, dan Sleman 15 kasus.

Untuk kondisi keterisian di RS rujukan Covid-19 di DIY saat ini masih tergolong penuh. Tingkat keterisian untuk bed non critical masih menyentuh angka 90,21 persen sedangkan ruang ICU atau critical sebesar 88,80 persen.

"Bed critical tersedia 304 bed dan terpakai 273 bed. Untuk non critical tersedia 1.462 dan terpakai 1.319 bed," rincinya.

Sementara itu, tingkat penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta mengalami lonjakan sangat masif sepanjang bulan Juli 2021. Bahkan, pemerintah setempat mencatat, kecepatan sebarannya lebih dari 10 kali lipat.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sesuai pernyataan Gubernur Sri Sultan Hemengku Buwono X tempo hari, virus yang kini berkembang di kota pelajar ialah varian delta. "Juli ini, di Kota Yogyakarta tingkat kecepatannya sampai lebih dari 10 kali lipat. Ya, yang biasanya setiap hari cuma bertambah 10-30 kasus, akhir-akhir ini bisa mencapai 300-400 kasus," kata Heroe, Senin (19/7/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved