Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat, Keraton Tiadakan Arak-arakan Gunungan Garebek Besar

KERATON Yogyakarta meniadakan arak-arakan prajurit dan Gunungan Garebek Besar tahun ini, lantaran masih adanya PPKM Darurat pandemi Covid-19.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu
TribunJogja.com/Yuwantoro Winduajie
ILUSTRASI - Ubo rampe tradisi garebek gunungan keraton saat hendak diantar ke Kompleks Kepatihan dan Pura Pakualaman 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Yogyakarta meniadakan arak-arakan prajurit dan Gunungan Garebek Besar yang biasanya digelar untuk memperingati Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7/2021). Hal ini lantaran masih ada program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan se-Jawa dan Bali.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono menyampaikan, prosesi pembagian ubarampe Garebek Besar kali ini dilakukan secara hati-hati, karena masih dalam suasana pandemi dan masa PPKM Darurat.
“Pembagian ubarampe Gunungan hanya dibagikan terbatas kepada para Abdi Dalem,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Selasa (20/7/2021).

Dia menjelaskan, perbedaan tahun ini dengan sebelumnya adalah ubarampe dibagikan dalam lima hari. Tahun sebelumnya, ubarampe hanya dibagikan selama sehari.

“Ubarampe tetap dibagikan sejak 20-24 Juli 2021. Ini dilakukan agar mengurangi kerumunan,” tambahnya.

Gusti Kirono, sapaan akrabnya lantas menambahkan, ubarampe gunungan yang dibagikan ke Pura Pakualaman dan Kepatihan dilaksanakan pada hari berbeda. Meski demikian, esensi pelaksanaan Garebek tak berkurang, yakni sebagai ungkapan syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya.

Prosesi ini juga sebagai wujud konsistensi Keraton Yogyakarta dalam menjaga tradisi leluhur meski dalam keterbatasan. Di samping itu, segala kegiatan pementasan paket wisata Keraton Yogyakarta juga masih diliburkan hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

Namun demikian, pada masa pandemi ini, Keraton Yogyakarta tetap giat menghadirkan konten seputar keraton melalui media sosial dan YouTube Kraton Jogja yang dikelola Tepas Tandha Yekti. (ard)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Rabu 21 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved