Breaking News:

Warga Gunungkidul Diizinkan Menyembelih Hewan Kurban Secara Mandiri Saat PPKM Darurat

Kementerian Agama hingga Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan edaran terkait penyembelihan hewan kurban. Prosesnya dilakukan di Rumah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Siyono Harjo, Kapanewon Playen, Gunungkidul beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kementerian Agama hingga Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan edaran terkait penyembelihan hewan kurban.

Prosesnya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau tempat yang sudah disiapkan penyelenggara.

Meski begitu, warga diizinkan untuk melakukan penyembelihan secara mandiri. Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Veteriner, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Retno Widiastuti.

Baca juga: Begini Penjelasan Dinas Perhubungan DIY Soal Bus Trans Jogja Berhenti Beroperasi

"Masyarakat boleh melakukan penyembelihan di rumah demi keamanan di masa pandemi," kata Retno pada wartawan, Minggu (18/07/2021).

Meski demikian, izin bisa diberikan jika sudah mendapat rekomendasi. Menurutnya, rekomendasi dibutuhkan guna memastikan tidak terjadinya penyebaran penyakit, baik dari hewan maupun COVID-19.

Retno mengatakan rekomendasi bisa diajukan langsung ke DPP. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan di sejumlah kapanewon juga bisa menerbitkan rekomendasi tersebut bagi warga maupun penyelenggara.

"UPT ini terdapat di Nglipar, Wonosari, Panggang, Karangmojo, Semanu, dan Playen," ujarnya.

Menurut Retno, metode surat rekomendasi pemotongan hewan sudah diterapkan sejak tahun lalu. Rekomendasi ini turut membantu DPP dalam mendata lokasi pemotongan hewan kurban.

Seperti tahun lalu, tercatat ada 2.047 titik pemotongan, berdasarkan surat rekomendasi yang telah dikeluarkan. Adapun untuk tahun ini pendataan masih dilakukan.

"Kemungkinan jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu," ungkap Retno.

Baca juga: BREAKING NEWS: Perpanjangan PPKM Darurat, 97 Bus Trans Jogja Resmi Tak Beroperasi per Hari Ini

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DPP Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan sosialisasi soal pelaksanaan penyembelihan terus dilakukan. Begitu pula dengan pemantauan kesehatan hewan.

Menurutnya, pemantauan dilakukan ke pasar-pasar hewan. Sedangkan sosialisasi dilakukan secara virtual, mengandalkan 120 takmir mesjid di Kabupaten Gunungkidul.

"Kami sampaikan pelaksanaan kurban harus mematuhi syariat hingga protokol kesehatan," kata Suseno. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved