Kisah Inspiratif

Lika-liku Pekerja Informal di Yogyakarta Bertahan Hidup di Tengah Pandemi dan Kebijakan Pemerintah

Pekerja informal bisa jadi merupakan orang pertama yang mendapat pukulan berat akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Para pedagang asongan dan tukang becak bertahan hidup di tengah pandemi, Minggu (18/7/2021) 

Emosional Sri mulai tak terkensali lagi siang itu.

Ia sempat menitihkan air mata karena sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa dengan kondisi saat ini.

Nasib baiknya pemilik rumah yang ia sewa masih peduli dan sesekali memberinya makan ketika ia pulang dari aktivitasnya.

"Saya berangkat pagi, gak mikir nanti mau dapat apa yang penting keluar aja. Kalau gak dapat apa-apa bu kost tanya, gimana Sri? Saya jawab, sepi bu. Saya sampai disediakan makan sama bu kost," ungkapnya.

Baca juga: Pelaku Wisata di Bantul Pasrah, Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Rasa tak enak hati itu selalu muncul, oleh sebab itu Sri selalu keluar rumah untuk mencari apa pun yang ada di luar rumah.

"Beberapa hari makan saya yang masak bu kost. Tetap saya pekewuh. Saya tinggal di Gowangan," ujar Sri.

Sebagai masyarakat pekerja informal, Sri menilai kebijakan pemerintah kali ini tidak ada solusi karena bantuan sembako atau lainnya dirasa tidak ada.

"PPKM sekarang tidak ada solusi. Kalau dulu meski ada pembatasan sembako masih ada," papar Sri.

Keinginan Sri sederhana, ia berharap suasana riuh wisatawan di Malioboro dapat kembali dirasakan.

Karena dari wisatawan itu lah dapur rumah Sri bisa ngebul, dan ia tidak lagi terbebani biaya ongkos sewa tempat tinggal.

"Sekarang saya nunggak bayar uang sewa. Untung saja ibu pemiliknya baik, dan bisa mengerti kondisi sekarang. Jadi ya saya ke sini (Malioboro) cuma nongkrong saja, nunggu ada yang ngasih bantuan sembako," ujarnya.

Baca juga: Asep Pilih Jalani Hukuman Penjara 3 Hari Daripada Bayar Denda Rp 5 Juta Akibat Langgar PPKM Darurat

Saat ditemui Sri memang sudah mendapat satu plastik berisi beras.

Rencananya beras itu mau diberikan ke pemilik rumah tinggal yang ia sewa.

"Ya gitu, gak enak saya dimasakin terus. Jadi beras ini biasanya saya taruh, biar bu kost gak terlalu berat," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved