Breaking News:

Kisah Inspiratif

Lika-liku Pekerja Informal di Yogyakarta Bertahan Hidup di Tengah Pandemi dan Kebijakan Pemerintah

Pekerja informal bisa jadi merupakan orang pertama yang mendapat pukulan berat akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Para pedagang asongan dan tukang becak bertahan hidup di tengah pandemi, Minggu (18/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekerja informal bisa jadi merupakan orang pertama yang mendapat pukulan berat akibat pandemi Covid-19.

Data dari Paguyuban Pedagang Kaki Lima Malioboro (PPKLM) tak kurang dari 500 pedagang menggantungkan hidupnya di kawasan Malioboro.

Mereka sudah berjuang sejak pandemi Covid-19 menyerang pada 2020 yang lalu, dan kini perjuangan mereka untuk bertahan di tengah badai pandemi nyaris sampai di ujung senja.

Sri Prapti (49) saat ditemui Tribunjogja.com di kawasan Malioboro sebelumnya terlihat mondar-mandir.

Baca juga: Tak Dapat Bansos saat PPKM Darurat, Pedagang di Yogya Berjuang untuk Cukupi Kebutuhan Sehari-hari

Sesekali ia bercanda dengan rekan sesama pedagang di kawasan Malioboro pada Minggu (18/7/2021) siang.

Ia tak membawa dagangan apa pun, karena sebelum pandemi merajuk Sri begitu dia biasa dipanggil adalah penjual kaos oblong di Malioboro.

"Ini pedagang semua. Kondisi sekarang yang buat dimakan enggak ada," katanya memulai obrolan.

Karena lapak jualan kaosnya sudah dirapikan petugas dan diminta untuk tidak berjulan sementara waktu, Sri kini beralih menjadi penjual tisu di beberapa persimpangan jalan Kota Yogyakarta.

"Ya karena sepi, saya sekarang jualan tisu diperempatan. Itu pun susah lakukanya," ucapnya.

Sementara tanggungan dia saat ini harus membayar uang sewa rumah per bulan sebesar Rp500 ribu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved