Cerita Ndaru, Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang Terjun Jadi Relawan Pemakaman Jenazah COVID-19

Melonjaknnya kasus COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada meningkatnya permintaan pemakaman dengan prosedur khusus.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Tim kubur cepat Al-Fatah Rejowinangun saat melakukan pemakaman jenazah dengan prosedur COVID-19 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Melonjaknnya kasus COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada meningkatnya permintaan pemakaman dengan prosedur khusus.

Semakin banyak warga masyarakat yang menghembuskan nafas terakhirnya, dalam kondisi terpapar virus tersebut.

Petugas makin kewalahan, keterbatasan personel tidak terhindarkan lagi.

Baca juga: Sasar Pelajar SD dan SMP, Pemkot Yogyakarta Segera Gulirkan Vaksinasi COVID-19 di Sekolah

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Indaruwanto Eko Cahyono yang tergabung dalam Satgas TKC (Tim Kubur Cepat) Al Fatah Rejowinangun, Kotagede pun mengisahkan pengalaman selama turut berkiprah.

Diakuinya, kegundahan mulai muncul, ketika peningkatan pemakaman pasien COVID-19 mulai terjadi di Kota Yogyarta pada kisaran akhir Juni lalu.

Ia pun membayangkan, betapa beratnya beban personel BPBD Kota Yogyakarta, untuk melaksanakan belasan pemakaman setiap harinya.

Ndaru, sapaan akrabnya, tidak menampik, sempat muncul kekhawatiran, sebelum memutuskan bergabung dengan tim relawan pemakaman jenazah COVID-19.

Namun, akhirnya ia memberanikan diri turut mengurusi proses pemakaman, meski disadari, berisiko tertular secara langsung.

"Setelah mantap, ya, Bismillah saya bergabung dengan Satgas TKC Al Fatah Rejowinangun. Kita nggak bisa ya, cuma diam, padahal teman-teman relawan di lapangan berjuang bertaruh nyawa," ungkapnya, Minggu (18/7/21).

Benar saja, ia merasa terpanggil karena tidak tega melihat para relawan yang rela pontang-panting setiap hari melayani permintaan pemakaman.

Terlebih, mereka bisa saja terpapar COVID-19 kapanpun, dan menghadapi risiko kematian di tengah tingginya penularan virus belakangan ini.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Yogyakarta tersebut menandaskan, kesibukannya sebagai politisi, maupun legislator tidak menghalangi niatnya untuk terjun langsung menjadi relawan, yang setiap hari harus berurusan dengan kematian dan tanpa imbalan.

"Relawan pemakaman itu tugas mulia, serta berat. Terus terang, saya merasakannya sendiri setelah ikut bergabung dengan tim kubur cepat ini, ya," ungkap Ndaru.

"Kondisinya sekarang BPBD Kota Yogyakarta juga kesulitan karena permintaan pemakaman makin tinggi. Sementara, para relawan mulai mengalami keterbatasan personel, karena tidak sedikit yang terpapar," tambahnya.

Baca juga: PLN Bantu Atasi Kekurangan Oksigen di RSUP Dr Sardjito, Total Salurkan 8,9 Ton Oksigen

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved