Breaking News:

Yogyakarta

Kematian 33 Orang Akibat Krisis Oksigen, Dirut Baru RSUP Dr Sardjito: Butuh Audit

Audit yang dimaksud adalah audit dilakukan oleh tim yang sudah diberi amanat oleh RS dan berasal dari komite medis RS tersebut.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Dok Humas RSUP Dr Sardjito
Gedung RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua minggu berlalu, masyarakat masih menyorot krisis oksigen medis di RSUP Dr Sardjito yang menyebabkan puluhan pasien di RS itu wafat.

Hal ini pun ditanggapi oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Eniarti.

Diketahui, Erniati baru saja bertugas beberapa hari di RS tersebut.

Sebelumnya, Dirut RSUP Dr Sardjito dipimpin oleh Rukmono Siswishanto.

Baca juga: Jawaban Pihak RSUP Dr Sardjito Soal 63 Pasien Covid-19 yang Meninggal dan Oksigen yang Habis

Eniarti menjelaskan, krisis oksigen medis saat ini merupakan masalah nasional.

Hampir sebagian besar RS di Indonesia mengalami hal tersebut.

Sementara, pasien yang datang ke RS itu biasanya adalah mereka yang sudah masuk ke fase kritis dan berat.

Di kondisi seperti itu, pasien bakal membutuhkan oksigen yang cukup banyak, termasuk alat-alat ventilator dan High Flow Nasal Cannula (HFNC) untuk menyambung nyawa.

“Mohon maaf, terkait kematian yang disebabkan oleh kekurangan oksigen, itu perlu adanya audit,” kata Eniarti kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved