Breaking News:

KABAR GEMBIRA! Pemkab Bantul Cairkan Insentif Rp 5 Miliar untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Bantul telah mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes). Totalnya diatas Rp 5 miliar. Jumlah tersebut, untuk tenaga

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis saat ditemui wartawan, Jumat (26/03/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul telah mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes).

Totalnya diatas Rp 5 miliar. Jumlah tersebut, untuk tenaga kesehatan yang dikoordinir Dinas Kesehatan dan Nakes di Rumah Sakit Umum. 

"Sudah. Sudah kita cairkan insentif untuk nakes. (Totalnya), di atas Rp 5 miliar," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, Jumat (16/7/2021). 

Baca juga: Forward KAI Bima Perkasa Jogja, Ferdian Ravanelli Berambisi Melanjutkan Sukses Nuke Tri Saputra

Menurut dia, bagi nakes yang dikoordinir Dinas Kesehatan insentif yang sudah dicairkan untuk periode Januari - April.

Sementara, nakes RSU insentif sudah dicairkan sampai Mei. Waktu pencairan dilakukan pada Minggu kemarin, sekitar tanggal 5 - 12 Juli 2021. 

Pembayaran insentif langsung masuk ke rekening masing-masing Nakes. Namun demikian, sebelum ditransfer sudah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit. 

"Jadi teknis pencarian langsung ke rekening, by name nakes," tuturnya. 

Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko mengatakan, pencairan insentif diharapkan dapat memberikan semangat bagi tenaga kesehatan.

Baca juga: RS Swasta di DI Yogyakarta Terbebani Cash Flow, Sampaikan Kondisi Nakes, Adakah yang Undur Diri?

Sebab Pemerintah memperhatikan kesejahteraan dan pengorbanan tenaga kesehatan yang menjadi garda utama penanggulangan pandemi. 

Sebagai wakil rakyat di komisi D yang membidangi kesehatan, Enggar mengaku mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Akan tetapi, Ia meminta Pemerintah harus selalu transparan. Utamanya dalam penggunaan anggaran belanja tak terduga untuk penanganan pandemi.

"Kami mendukung kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pendemi Covid-19. Namun dalam penganggarannya, kami minta juga harus transparan," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved