Breaking News:

Atlet Panjat Tebing DIY Terancam Batal Ikut Kejurnas

Atlet panjat tebing peserta program Puslatda DIY dimungkinkan batal ikuti Kejurnas 17 Juli 2021.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
istimewa
Atlet panjang tebing Puslatda PON XX DI Yogyakarta, Dyah Puspitaningtyas saat menjalani latihan di papan panjat tebing Mandala Krida beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJGJA.COM YOGYA - Atlet panjat tebing peserta program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) DIY kemungkinan batal mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing yang direncanakan pada tanggal 17 Juli 2021 besok. Kondisi ini menjadikan persiapan para atlet jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sedikit terganggu.

Para atlet dan pelatih pun dibuat kecewa karena Kerjunas yang hendak diadakan di Jakarta itu tidak ada kabar sama sekali. Mereka jadi kehilangan kesempatan untuk menguji hasil latihan selama ini sebagai bahan evaluasi jelang keikutsertaan mereka di ajang PON XX Papua nanti.

Pelatih Cabor Panjat Tebing DIY, Sultoni Sulaiman mengatakan kendala dari atletnya belum bisa ikut try out bukan dari sisi kesiapan atlet, melainkan situasi yang belum memungkinkan menggelar kejuaraan akibat situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda.

Meski demikian, dua atlet panjat tebing DIY, Rahmayuna Fadhillah dan Dyah Puspitaningtyas sempat berlaga di Piala Walikota Jambi 2021 pada bulan Juni 2021 lalu. Selain itu, cabor panjat tebing dapat sedikit menghirup angin segar setelah tempat latihannya di kompleks Stadion Mandala Krida Yogyakarta sudah dibuka kembali.

Sebelumnya, fasilitas olahraga milik Pemerintah Daerah (Pemda) DIY itu sempat ditutup sementara. Namun karena ihwal khusus atlet PON, kini semua fasilitas di sana bisa dipakai berlatih kembali khusu untuk atlet Puslatda DIY.

"Kita sudah mulai berlatih di kompleks Stadion Mandala Krida mulai awal pekan lalu," ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Sayangnya, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung di Yogyakarta, Sultoni hanya memberlakukan pelatihan satu sesi. Hal ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang dilakukan dua sesi yakni pagi dan sore.

Upaya itu pastinya demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan selama latihan berlangsung, apalagi saat ini PPKM di Yogyakarta semakin diperketat. Ia tidak ingin atletnya mengalami kerugian, mengingat jadwal PON semakin dekat.

"Porsinya memang masih belum full dari hari-hari biasanya, kita cuma lakukan satu sesi tiap harinya, selama tiga jam," tandasnya. (tsf)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat 16 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved