Breaking News:

Headline

Akbarru Massri Bikin Bangga Orang Tua Lewat Medali Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional

Alhamdulillah saya bersyukur telah mendapat peringkat pertama, juara ini saya persembahkan untuk orang tua saya, Yogyakarta dan Indonesia.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/TAUFIQ SYARIFUDIN
Akbarru Massri Ramadhan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang siswa SMP Piri 1 Yogyakarta, Akbarru Massri Ramadhan baru saja mengukir prestasi dengan meraih medali emas dalam kejuaraan taekwondo bertajuk 'Bandung International e-Poomsae Tournament' yang digelar secara daring 26-27 Juni 2021. Penghargaan dan medali telah diterima Akbar pada Jumat (9/7/2021).

Akbar merupakan atlet yang dilatih bersama klub taekwondo 'Fighting Soul Taekwondo' atau FST. Awalnya tidak menduga bahwa ia akan mendapat peringkat pertama, Pasalnya lawan-lawan yang berkompetisi dalam kejuaraan tersebut datang dari berbagai negara. Namun dengan usaha dan kerja keras, ia bisa meraih hasil maksimal.

Tak lupa, Akbar bersyukur karena telah mendapat medali emas. Medali ini ia persembahkan untuk orang tuanya serta siapapun yang mendukungnya hingga saat ini. "Alhamdulillah saya bersyukur telah mendapat peringkat pertama, juara ini saya persembahkan untuk orang tua saya, Yogyakarta dan Indonesia," kata Akbar, Rabu (14/7).

Kendati demikian, Akbar pantang besar kepala atas pencapaiannya saat ini. Baginya, gelar juara ini menjadi permulaan. Akbar mengaku bakal terus berlatih supaya bisa terus berprestasi. "Harapannya setelah ini saya terus bisa berlatih, mendapat hasil positif dan melakukan yang terbaik bagi Tanah Air," harapnya.

Dalam waktu dekat ini, yakni pada akhir Juli 2021 nanti, Akbar juga akan mengikuti kejuaraan lainnya. Kemudian masuk bulan Agustus ia bakal bersaing kembali di Kejuaraan Internasional Shanghai. "Semoga bisa kembali bisa tampil maksimal di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Tentu saya akan giat berlatih," katanya.

Apresiasi
Kepala Sekolah SMP Piri 1 Yogyakarta, Budi Prasetyo mengapresiasi dan berjanji akan turut membantu untuk mengembangkan potensi siswanya ketika hendak mengikuti kejuaraan baik akademik maupun non-akademik. Prestasi yang diraih Akbar, diharapkan bisa menular ke siswa lain dengan bidang yang beragam.

"Saya tentu akan mendukung potensi para siswa, khususnya dalam bidang olahraga. Jadi ketika ada anak-anak yang punya potensi, kita akan berikan hak-haknya untuk bisa berkembang dan meraih prestasi setinggi-tingginya, sehingga ini dapat memberi manfaat, serta baik untuk bangsa dan negara juga untuk dirinya," ujar Budi.

Secara terbuka, Budi pun merasa bangga karena Akbar telah turut mengharumkan nama sekolah, terlebih ia juga berkontribusi pada Yogyakarta sekaligus Indonesia dengan usahanya saat ini. Tak ketinggalan, Budi berpesan agar

Akbar jangan merasa cepat puas terlebih dahulu, karena perjalanannya masih cukup panjang. "Saya harap Akbar tetap semangat, dan ingat bahwa prestasi dapat diraih ketika mereka itu punya semangat yang tinggi, lalu mendapat dukungan dari keluarga dan pihak sekolah. Terus berlatih dan jangan lupakan belajar agar pendidikan di sekolah juga tidak tertinggal," tandasnya.

Tambah Durasi Latihan
Perjuangan Akbar untuk mendapat peringkat pertama tidaklah mudah karena ia harus melawan sebanyak 1.850 peserta dari 16 negara. Atlet 12 tahun ini diketahui harus berlatih lebih lama 30 menit dari teman-temannya yang tidak mengikuti kejuaraan. Akbar biasa datang lebih awal untuk mendapat pelatihan tambahan tersebut.

"Semisal kalau latihan rutin dimulai jam 16.30 WIB, saya sudah mulai latihan itu sejak jam 16.00 WIB," kata Akbar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved