SAINS : Ini Alasan Kenapa Anda Mengalami Mimpi Buruk yang Sama Berkali-kali

Apa yang sebenarnya terjadi saat Anda mengalami mimpi buruk yang sama berkali-kali? Apa saja penyebabnya?

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
mppusmkk.blogspot.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah Anda mengalami mimpi buruk yang sama berkali-kali? Mimpi buruk semisal tentang pembunuhan, kecelakaan atau berhadapan dengan ular berbisa itu datang berulang kali setiap malam. Apa yang sebenarnya terjadi?

Mimpi buruk yang berulang didefinisikan sebagai mimpi yang tidak menyenangkan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

Apa pun jenis mimpi buruk berulang yang mungkin Anda alami, bangun dengan ketakutan adalah perasaan yang mengerikan. Dan rasanya lebih menakutkan untuk tertidur kembali ketika Anda tahu ada kemungkinan akan mengalami mimpi buruk lagi.

Untungnya, memahami mimpi buruk Anda yang berulang bisa menjadi langkah pertama untuk mengatasinya.

Penyebab mimpi buruk berulang

Baca juga: Bermakna Positif, Inilah 11 Arti Mimpi Berenang Secara Spiritual dan Primbon Jawa

Sementara mimpi telah lama menjadi pembahasan terutama bagi kalangan penafsir mimpi. namun sebenarnya masih sedikit yang diketahui tentang mengapa kita bermimpi. Dan ada sedikit konsensus tentang apakah mimpi memiliki makna yang lebih dalam.

Bahkan lebih sedikit yang diketahui tentang mimpi buruk.

Sementara beberapa peneliti berpikir mimpi buruk mungkin berasal dari ketidakseimbangan kimia di otak, yang lain percaya bahwa mimpi buruk berasal dari masalah yang mengakar atau pengalaman traumatis. Dan tetap saja, beberapa orang percaya bahwa mimpi buruk hanyalah tanda imajinasi yang hidup.

Jadi mengapa seseorang mengalami mimpi buruk yang berulang? Ada beberapa alasan yang paling mungkin.

Baca juga: Kumpulan Tafsir Mimpi Buruk yang Artinya Justru Pertanda Baik

1. Kebutuhan Psikologis yang Tidak Terpenuhi

Beberapa peneliti percaya bahwa mimpi buruk yang berulang berasal dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi, seperti otonomi, kompetensi, dan keterkaitan.

Kebutuhan yang tidak terpenuhi ini dapat menyebabkan mimpi berulang, dan dalam beberapa kasus mimpi buruk berulang merupakan upaya untuk memproses dan mengintegrasikan pengalaman ini.

2. Zat dan Obat-obatan

Obat-obatan, obat-obatan, dan alkohol dapat mengganggu bahan kimia otak dan meningkatkan kemungkinan mimpi buruk.

Studi telah menemukan bahwa obat penenang, beta-blocker, dan amfetamin sangat mungkin menyebabkan mimpi buruk.

Baca juga: Bermimpi Buruk Ketika Terlelap? Tandanya Anda Sedang Mengkhawatirkan Sesuatu di Kehidupan Nyata

3. PTSD

Mimpi buruk adalah salah satu gejala PTSD yang paling umum.

Mereka sering melibatkan pengalaman traumatis yang sama yang dialami dalam kehidupan nyata (walaupun mereka mungkin juga tampak tidak terkait dengan trauma kehidupan nyata tertentu juga).

4. Gangguan ambang kepribadian

Gangguan batas kepribadian adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan masalah citra diri, kesulitan mengelola emosi dan perilaku, dan pola hubungan yang tidak stabil.

Sekitar 49% individu dengan gangguan kepribadian ambang melaporkan mimpi buruk

5. Gangguan mimpi buruk

Beberapa orang dengan mimpi buruk berulang mungkin memenuhi syarat untuk diagnosis "gangguan mimpi buruk."

Gangguan mimpi buruk adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan:

  • Episode berulang dari mimpi yang diingat dengan baik yang biasanya melibatkan upaya untuk menghindari ancaman terhadap kelangsungan hidup atau integritas fisik
  • Kewaspadaan yang cepat saat bangun dari mimpi buruk
  • Distress yang signifikan atau hendaya dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi lainnya

Untuk memenuhi kriteria diagnosis, gejala tidak dapat dijelaskan oleh zat pengubah suasana hati.

Mimpi buruk yang paling banyak dialami

Sebuah studi 2018 meneliti mimpi buruk yang umum terjadi pada anak-anak.

Para peneliti menemukan bahwa mimpi buruk anak-anak sering kali melibatkan pengejaran, agresi fisik, atau kematian atau cedera orang yang dicintai.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di SLEEP menemukan bahwa mimpi buruk orang dewasa seringkali serupa.

Setelah menganalisis lebih dari 10.000 mimpi, peneliti menemukan sebagian besar mimpi buruk melibatkan agresi fisik. Masalah kesehatan, kematian, dan ancaman juga umum terjadi

Para peneliti mencatat bahwa rasa takut tidak selalu menjadi bagian dari mimpi buruk.

Tapi ada faktor lainnya semisal kesedihan, kebingungan, rasa bersalah, dan jijik.

Terapi mimpi buruk

Jika Anda mengalami mimpi buruk yang berulang, bicarakan dengan dokter Anda.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk menyingkirkan kemungkinan alasan medis untuk mimpi buruk tersebut.

Dokter juga bisa merekomendasikan rujukan ke terapis yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur Anda, mengatasi masalah kesehatan mental yang mendasarinya, dan mengurangi mimpi buruk Anda.

Perawatan untuk mimpi buruk yang berulang tergantung pada penyebabnya. Terkadang, beberapa perubahan gaya hidup dapat menguranginya.

Di lain waktu, perubahan obat mungkin diperlukan.

Seorang dokter mungkin dapat meresepkan obat yang dapat mengurangi mimpi buruk atau mengubah salah satu yang berkontribusi pada mimpi buruk tersebut.

Terapi juga dapat membantu. Terapis sering menggunakan terapi pemaparan untuk mengobati PTSD, dan ini dapat mengurangi mimpi buruk yang berulang. (*/Very Well Mind)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved