Breaking News:

Paguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni) Swadaya Bagi Sembako Untuk Anggotanya

Sudah hampir dua pekan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali diterapkan.

TRIBUNJOGJA/ Taufiq Syarifudin
Ketua Pemalni, Slamet Santoso sedang membagikan sembako kepada anggotanya di kawasan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Kamis (15/7/2021). 

Aksi ini murni diprakarsai oleh Pemalni, dan biayai oleh anggotanya. Tidak ada sepeserpun bantuan dari satu instansi pemerintah atau swasta.

Kemandirian seperti ini berbicara masyarakat masih bisa bertahan di tengah pandemi, namun mengisyaratkan pemerintahan yang saat ini seakan lepas tangan.

"Kita di sini iuran dari anggota, kita pakai beli sembako ini dari uang kas. Paling tambahannya dari donatur yang juga anggota kita yang sudah lebih mapan," beber Slamet.

Meski demikian, Ketua Pemalni, Slamet Santoso tetap akan mendukung program pemerintah ini sampai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

"Kita tetap dukung pemerintah dengan kebijakan PPKM ini, karena kita ingin semua masalah saat ini cepat selesai, kita ingin kembali berdagang seperti biasanya supaya bisa menghidupi keluarga di rumah," kata Slamet di sela-sela membagikan bungkusan yang berisi beras lima kilogram dan mie instan empat bungkus.

Sembako yang dibagikan hari ini berjumlah 450 pak, sementara sebanyak 200 pak dibagikan di kawasan Gedong Tengen, 250 lainnya akan dibagikan langsung ke rumah anggota Pemalni masing-masing.

Baca juga: Nomor Telepon Ambulans di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul

Slamet dan seluruh anggota pun cukup khawatir jika kebijakan PPKM ini akan berlarut hingga bulan Agustus 2021 mendatang. Tentu saja hal itu akan menambah beban bagi seluruh anggota yang mendapatkan pemasukan dari berdagang sehari-hari.

Ia juga tak bisa memprediksi sampai kapan cara seperti ini bisa membuat mereka bertahan dengan keadaan yang cukup mencekik belakangan ini. Pastinya, para pedagang hanya berharap jika mereka bisa membuka lapaknya seperti biasa.

"Kita tidak tahu bisa seperti ini sampai kapan, yang saya tahu sejak PPKM sebelumnya kita sudah bisa bertahan dengan baik," tandasnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved