Breaking News:

Paguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni) Swadaya Bagi Sembako Untuk Anggotanya

Sudah hampir dua pekan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali diterapkan.

TRIBUNJOGJA/ Taufiq Syarifudin
Ketua Pemalni, Slamet Santoso sedang membagikan sembako kepada anggotanya di kawasan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah hampir dua pekan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali diterapkan.

Jalan dan persimpangan di Yogyakarta terlihat banyak ditutup dan dialihkan, beberapa jalan lainnya tampak sepi.

Bahkan salah satu pusat ekonomi dan pariwisata, kawasan Malioboro sepi, bak tak berpenghuni.

Para pedagang kaki lima yang biasanya terlihat mengisi lorong-lorong depan toko, saat ini tak terlihat satupun yang menggelar dagangannya.

Baca juga: Luhut Akui Tak Mudah Hadapi Covid-19 Varian Delta, : Kita Menghadapi Musuh yang Berbeda

Ratusan gerai yang juga biasanya disesaki pengunjung, tutup serempak, hanya terlihat beberapa petugas keamanan dengan seragam lengkap yang berjaga di depannya.

Para pedagang kaki lima di sana khususnya, bisa dibilang sudah sejak bulan Maret 2021 lalu merasakan dampak dari PPKM, walaupun waktu itu tidak seperti hari ini yang mengharuskan mereka tutup total.

Berbagai cara akhirnya mereka lakukan, seperti Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro-Ahmad Yani (Pemalni) saling bersolidaritas untuk menopang kehidupan sehari-hari anggotanya.

Hari ini, Kamis (15/7/2021) adalah kali ketiga Pemalni menggelar bagi-bagi sembako untuk seluruh anggotanya di kawasan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Mereka menyadari bahwa aksi tidak akan menutup seluruhnya kebutuhan hidup tiap harinya.

Akan tetapi, gerakan yang dilakukan ini adalah usaha kecil dari anggota untuk saling membantu meringankan beban anggota lainnya.

Mereka rela membagi sedikit rezekinya untuk membantu rekan-rekan menutupi sedikit kebutuhan hidup selama PPKM. Karena mereka juga tahu, tidak bisa bergantung ataupun menunggu bantuan dari pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved