Breaking News:

Bisnis

Lebih dari 50 Persen Tenaga Kerja Hotel dan Restoran di DIY Dirumahkan Selama PPKM Darurat

Pada awal pandemi, perhotelan dan restoran sudah melakukan pengurangan karyawan sekitar 50 persen.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNJOGJA.COM - Sektor perhotelan dan restoran di Yogyakarta mengalami pukulan sangat telak sepanjang penerapan PPKM Darurat.

Imbasnya, lebih dari 50 persen tenaga kerjanya pun harus rela dirumahkan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono berujar, merumahkan tenaga kerja sejatinya adalah pilihan sulit.

Tapi, pihaknya tidak sanggup berbuat banyak karena okupansi minim.

"PPKM Darurat kita tidak ada pemasukan, okupansi cuma 0-6 persen, baik bintang, maupun non bintang," terangnya, saat dikonfirmasi Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Minggu Pertama PPKM Darurat di DIY, Satu Hotel Telah Merumahkan 5 sampai 30 Pekerjanya

Ia mengatakan, pada awal pandemi, perhotelan dan restoran sudah melakukan pengurangan karyawan sekitar 50 persen.

Kemudian, penerapan PPKM Darurat dalam beberapa tahap, praktis menambah daftar tenaga kerja yang dirumahkan.

"Dari catatan kami selama PPKM Darurat ini, hotel dan restoran anggota kami yang masih beroperasi kan ada 189, itu ada 5 sampai 60 orang per hotel dan restoran yang dirumahkan. Sangat banyak," cetusnya.

"Karena statusnya sudah dirumahkan, otomatis mereka tidak mendapat gaji lagi, karena memang tidak ada pekerjaan. Tapi, BPJS tetap dibayarkan, masih ditanggung oleh perusahaan masing-masing," lanjut Deddy.

Menurutnya, PHRI sudah menyampaikan kepada seluruh anggotanya, supaya jangan sampai menempuh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved