Breaking News:

Pencairan UGR Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Disetop

Musyawarah dan pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten disetop.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
ILUSTRASI Penampakan patol tol Yogyakarta-Solo di area persawahan di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Musyawarah dan pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten disetop selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penyetopan kegiatan musyawarah dan pembayaran UGR tersebut juga mengikuti surat edaran (SE) Setjen Kementerian PUPR RI.

"Terakhir pembayaran di Desa Ngabeyan. Kalau tidak disetop ada musyawarah dan pencairan di daerah Karanganom. Tapi karena tidak ingin adanya pengumpulan warga jadi disetop dahulu," ujar Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho, Rabu (14/7/2021).

Sebelumnya, UGR tanah terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten berlanjut ke Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Rabu (30/6/2021). Di desa tersebut terdapat 22 bidang tanah yang diterjang oleh pembangunan proyek trans Jawa. Namun untuk pembayaran sesi pertama baru 13 bidang tanah yang dibayarkan.

Sementara sembilan bidang sisanya masih melengkapi administrasi hingga validasi data di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). "Total di sini ada 13 bidang tanah yang menerima UGR, totalnya ada sekitar Rp11,7 miliar," ujar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat beberapa waktu lalu.

Menurut Agung, 13 bidang tanah yang menerima pembayaran UGR dan pelepasan hak tanah kali ini semuanya merupakan tanah milik warga. Tanah yang diterjang tol tersebut tersebar dalam bentuk pekarangan dan rumah.

Total dari 13 bidang tanah itu, memiliki luas sekitar 4.036 meter persegi.
Kemudian, di Desa Ngabeyan itu, warga paling banyak menerima UGR sebesar Rp2,5 miliar dan paling sedikit Rp261 juta.

Agung juga menyebut jika Desa Ngabeyan menjadi desa kesebelas yang telah menerima pembayaran UGR pembangunan tol Yogyakarta-Solo di Klaten. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 15 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved