Breaking News:

Sejumlah Atlet Puslatda Belum Divaksin, KONI DIY Tunggu Jawaban RS Sardjito

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi membuka vaksinasi Covid-19 untuk golongan usia 12-17 tahun.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Di antara atlet Puslatda PON XX DIY saat menjalani tes fisik di Kompeks GOR Amongraga, Kota Yogyakarta, beberapa waktu silam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi membuka vaksinasi Covid-19 untuk golongan usia 12-17 tahun. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) usia di bawah 18 tahun yang sampai saat ini belum mendapat vaksin karena terkendala aturan sebelumnya.

Meski begitu, kasus untuk 16 atlet peserta program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON DIY terkonfirmasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY belum mendapat vaksin. Beberapa di antaranya belum bisa divaksin karena masih di bawah umur 18 tahun.

Menyusul ihwal tersebut, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto membeberkan jika pihaknya sedang berusaha menyegerakan proses vaksinasi bagi atlet di bawah 18 tahun. Pihaknya tengah berupaya bekerja sama dengan RS untuk menyelesaikan proses vaksinasi bagi atlet di bawah 18 tahun dan atlet lainnya yang belum mendapat vaksin.

Upaya ini dilakukan dengan serius mengingat vaksinasi menjadi salah satu syarat untuk para atlet mengikuti PON XX Papua. "Sampai sekarang kita sudah meminta kerja sama dengan RS Sardjito, namun dari pihak mereka belum ada jawaban," ujar Djoko, Selasa (13/7/2021).

Selanjutnya, Djoko menarget penyelesaian proses vaksinasi ini maksimal di bulan Agustus 2021, sudah termasuk dengan dosis kedua. Maka apabila pihak RS Sardjito belum memberikan respons, KONI DIY telah menyiapkan opsi untuk mencari layanan vaksin lain.

"Nanti alternatifnya kita carikan peluang layanan vaksin di sekitar kediaman tiap atlet, jadi biar cepat. Target kita tunggu jawaban dari RS Sardjito sampai tanggal 16 Juli 2021 nanti," papar pria yang juga guru besar FIK UNY itu.

Sebagai catatan, kebijakan soal vaksinasi anak usia 12-17 tahun ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan vaksin produksi Sinovac/PT. Bio Farma. Keputusan itu diambil setelah dilakukan kajian oleh BPOM dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Rabu 14 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved