Breaking News:

PSS Sleman

Pemain Akademi PSS Wajib Jaga Pola Makan

Pelatih Fisik PSS Development Center, Tegar Hasatya Prabu memaparkan kebutuhan gizi yang harus dikonsumsi pemain Akademi PSS.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Dokumentasi PSS Sleman
Sa'faat Arif 

TRIBUNJOGJA.COm, SLEMAN - Pelatih Fisik PSS Development Center, Tegar Hasatya Prabu memaparkan kebutuhan gizi yang harus dikonsumsi oleh para pemain muda, khususnya yang tergabung di Akademi PSS Sleman.

Upaya itu dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama melakukan latihan di rumah saja, pasalnya kini seluruh pemain akademi tak bisa bermain di lapangan seperti sediakan, akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

“Yang perlu dikonsumsi pemain idealnya yang biasa disebut dengan istilah makanan sehat berimbang atau empat sehat lima sempurna. Yakni makanan mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Nasi, sayur-sayuran, buah-buahan, telor/tahu/tempe, dan minum air putih yang cukup,” ujar Hasatya.

Apalagi belakangan ini, selain penyebaran Covid-19 yang semakin massif juga dibarengi pergantian musim hujan-kemarau (pancaroba) tentu saja membuat daya tahan tubuh pemain menurun. Mengantisipasi hal tersebut, Tegar meminta para pemain disiplin dalam menjaga protokol kesehatan.

“Yang terpenting semua harus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan tetap berolahraga untuk kebugaran tubuh,” tegasnya.

Selain itu tim pelatih juga memberikan program terstruktur untuk dilakukan para pemain agar tetap disiplin dan terbiasa dengan pelatihan yang berkelanjutan. Hal itu diharapkan menjadi wujud keseriusan pemain muda untuk menggapai cita-citanya menjadi pemain profesional di masa yang akan datang.

“Masa PPKM ini tim pelatih fisik PSS Development Center memberikan program latihan kepada seluruh pemain untuk menjaga kebugaran serta stamina. Materi latihan yang kami berikan, yakni injury prevention, body weight dan core stability training,” bebernya.

Tegar kemudian memantau dengan setiap pemain wajib mendokumentasikan latihan mandiri melalui video yang dikirimkan kepada tim pelatih fisik setelah latihan, agar setiap perkembangan tiap harinya dapat terpantau selama pemain berlatih di rumah. (tsf)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Selasa 13 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved