Breaking News:

KONI DIY Tunggu Jawaban RSUP Dr Sardjito Soal Vaksinasi Atlet di Bawah Usia 18 Tahun

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah resmi membuka vaksinasi Covid-19 untuk golongan usia 12 hingga 17

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah resmi membuka vaksinasi Covid-19 untuk golongan usia 12 hingga 17 tahun.

Kebijakan itu tentu menjadi angin segar bagi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan usia dibawah 18 tahun yang sampai saat ini belum mendapat vaksin karena terkendala aturan sebelumnya.

Meski begitu, kasus untuk 16 atlet puslatda PON DI Yogyakarta terkonfirmasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY belum mendapat vaksin. Beberapa diantaranya karena masih dibawah umur 18 tahun.

Baca juga: Sepekan Lebih Pemberlakuan PPKM Darurat, 179 Pelanggaran Dilaporkan Terjadi di Gunungkidul

Menyusul ihwal tersebut, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto membeberkan pihaknya sedang berusaha untuk menyegerakan proses vaksinasi bagi atlet dibawah umur 18.

Saat ini KONI DIY tengah berupaya untuk bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit untuk menyelesaikan proses vaksinasi bagi atlet dibawah umur 18 tahun dan atlet puslatda PON DIY lainnya yang kemarin belum sempat mendapat vaksin

Mengingat vaksinasi ini menjadi salah satu syarat untuk para atlet mengikuti kompetisi yang akan diselenggarakan di Provinsi Papua tersebut.

"Sampai sekarang kita sudah meminta kerja sama dengan RS Sardjito, namun dari pihak mereka belum ada jawaban," ujar Djoko, Selasa (13/7/2021).

Selanjutnya, Djoko menarget penyelesaian proses vaksinasi ini maksimal di bulan Agustus 2021, sudah termasuk dengan dosis kedua.

Maka apabila pihak RS Sardjito belum memberikan respons, KONI DIY telah menyiapkan opsi untuk mencari layanan vaksin lain.

Baca juga: Begini Kesaksian Kepala Desa Soal Tim Kubur Cepat di Klaten yang Makamkan Peti Mati Kosong

"Nanti alternatifnya kita carikan peluang layanan vaksin di sekitar kediaman tiap atlet, jadi biar cepat. Target kita tunggu jawaban dari RSUP Dr Sardjito sampai tanggal 16 Juli 2021 nanti," papar pria yang juga guru besar FIK UNY itu.

Sebagai catatan, kebijakan soal vaksinasi anak usia 12-17 tahun ini telah disetujui oleh BPOM dengan vaksin produksi Sinovac/PT. Bio Farma.

Keputusan itu diambil setelah dilakukannya kajian oleh BPOM dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved