Breaking News:

Headline

Atlet Pelatnas Asal DIY Tanggapi Penundaan SEA Games Vietnam

Atlet Pelatnas Asal DIY Tanggapi Penundaan SEA Games Vietnam yang direncanakan bakal digelar di Myanmar pada 21 November 2021.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
DOK HUMAS KONI DIY
Di antara atlet PON DIY saat melaksanakan vaksinasi di RS Siloam, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEA Games 2021 - Atlet Pelatnas Asal DIY Tanggapi Penundaan SEA Games Vietnam yang direncanakan bakal digelar di Myanmar pada 21 November 2021 resmi ditunda atas alasan keselamatan bersama. Gelaran ini kemudian direncanakan akan digelar ulang pada tahun 2022 mendatang. Putusan tersebut telah resmi dinyatakan oleh Singapore National Council, Kamis (8/7/2021) lalu.

Tentu saja alasannya lagi-lagi karena kasus Covid-19 yang tak kunjung turun di Vietnam, sehingga pihak penyelenggara tak ingin mengambil risiko untuk tetap menghelat kejuaraan. Beberapa negara peserta, bahkan hampir semuanya sepakat dengan keputusan penundaan SEA Games 2021 tersebut.

Atlet peserta Pelatnas cabang olahraga (cabor) panahan nomor compound asal DIY, Prima Wisnu Wardhana merasa jika keputusan tersebut dianggap realistis namun cukup mengejutkan. Jika SEA Games diundur pada tahun 2022, maka mau tidak mau setiap atlet harus bersedia berlatih ekstra, sebab di tahun yang sama pula akan ada kejuaraan olahraga lainnya.

"Ya meski begitu, kalau buat saya tidak masalah, malahan jadi lebih baik karena persiapan bakal panjang," katanya, Jumat (9/7/2021).

Kini, pemuda kelahiran asli Kabupaten Bantul itu masih menjalani Pelatnas di Istora Senayan, Jakarta meski di tengah penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. "Latihan di sini masih terus jalan, program dari pelatih juga belum ada perubahan," kata Prima.

Dengan demikian, tahun ini Prima hanya menyisakan satu kejuaraan, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar Oktober 2021 mendatang di Papua. Selebihnya ia hanya akan berlatih sambil menunggu rencana pulang ke Yogyakarta untuk bergabung dengan rekan-rekannya di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON DIY.
Fokus ke PON
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Djoko Pekik Irianto menuturkan bahwa pengunduran jadwal SEA Games dapat menjadi keuntungan bagi atletnya yang juga tergabung dalam Puslatda. Dengan demikian para atlet dapat lebih fokus untuk melakukan persiapan di ajang PON XX Papua bulan Oktober 2021.
"Sejak awal pandemi saya sangat mendukung dengan penundaan PON dan Olimpiade termasuk SEA Games. Sejak lama saya sudah sampaikan ke KONI pusat dan KOI agar minta kepada SEA Games Council untuk menunda perhelatannya yang direncanakan bulan November 2021 ini," kata Djoko, Senin (12/7/2021).

Djoko juga menilai, bahwa dengan pengunduran jadwal ini, puncak performa atlet DIY dapat diraih saat memasuki hari penyelenggaraan PON di bulan Oktober 2021. Hal ini juga dapat menghindari penurunan performa atletnya jika harus ada pertandingan di bulan November 2021.

"Artinya peak performance atlet disetting jatuh pada bulan Oktober 2021. Khawatirnya jika SEA Games digelar bulan November, bisa dipastikan prestasi Indonesia akan jeblok, paling bagus hanya akan tetap bercokol di peringkat lima seperti halnya SEA Games sebelumnya," papar pria yang juga guru besar FIK UNY itu.

Djoko menjelaskan, atlet-atlet yang mengikuti PON di bulan Oktober akan memasuki masa transisi selepas kejuaraan yang membuat performanya menurun. Apalagi jika atlet tersebut mengalami cedera, hal itu tentu akan

menjadi kerugian bagi kontingen Indonesia, karena jarak waktu dari PON ke SEA Games hanya satu bulan.
"Nah itu nanti atlet masih cedera dan belum bisa mencapai puncak performa lagi, jelas kita dirugikan," tandasnya.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved