Breaking News:

Atlet Fighting Soul Taekwondo (FST) Borong Delapan Medali dalam Kejuaraan Internasional Taekwondo

Atlet Fighting Soul Taekwondo (FST) borong medali dalam Bandung International e-Pomsae Tournament yang dilaksanakan secara daring mulai tanggal

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Atlet FST peraih medali di ajang Bandung International ePomasae Tournament 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Atlet Fighting Soul Taekwondo (FST) borong medali dalam Bandung International e-Pomsae Tournament yang dilaksanakan secara daring mulai tanggal 26 sampai 27 Juni 2021 lalu.

Dalam kejuaraan internasional, sebanyak delapan atlet FST diturunkan, masing masing mendapat dua medali emas, satu perak, dan lima medali perunggu.

Adapun nama-nama atlet tersebut ialah, Akbarru Massri Ramadhan dan Kayla Alya Pratama (peraih medali emas), kemudian Aidan Arya Subiyanto (peraih medali perak), lalu sisa lima medali perunggu oleh Aurellio Razka Ferdyan,Khanza Maritza Widyarko, Meiysa Laa Roibafiih, Ramses Nevin Breyes, dan Ananda Rizqy Pratama.

Baca juga: Pemkab Magelang Pedomani SE Menteri Agama untuk Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban 

Sementara para atlet baru menerima penghargaan dan medalinya pada hari Jumat (9/7/2021) lalu.

Pelatih FST Devi Allicia menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi pencapaian anak didiknya sampai saat ini. Hanya saja, Devi tidak menampik rasa kecewanya karena satu dari tiga yang ditargetkan medali emas gagal diraih. 

"Saya senang anak-anak bisa punya prestasi sampai sejauh ini, cuma sebelumnya kita punya target pertama kami sebetulnya adalah tiga medali emas dan dua medali perak," kata Devi.

Sementara itu, founder FST sekaligus pelatih kepala, Aditya Rangga Yudhanta menegaskan keikutsertaan anak asuhnya hari ini sebagai komitmen FST untuk ikut berkontribusi mencetak atlet-atlet taekwondo yang berprestasi.

Baca juga: Gudang Kain di Klaten Diamuk Si Jago Merah, 4 Mobil Damkar Diterjunkan ke Lokasi

"Ini merupakan wujud komitmen kami terhadap perkembangan olahraga khususnya taekwondo di Yogyakarta dan Indonesia. Tujuannya untuk mencetak atlet-atlet masa depan dimulai dari pembinaan usia dini yang 95 persen ditentukan oleh faktor psikologi," katanya.

Sebagai catatan kejuaraan Bandung International e-Poomsae Tournament kali Ini diikuti oleh 1850 peserta yang terdiri Dari 16 Negara, 30 provinsi dan 182 club. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved