Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Siswadi Gancis, Lika Liku Perjalanan Karir Legenda PSIM Yogyakarta

Siswadi Gancis datang dari Jepara ke Yogyakarta dengan modal nekat, bersekolah sambil bermain bola, hingga ngekos tanpa harus membayar sepeserpun.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Siswadi Gancis 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi penggemar sepak bola DI Yogyakarta, pasti tak asing dengan seorang legenda hidup PSIM Yogyakarta, Siswadi Gancis, pemain yang berposisi sebagai kiper ini pernah menjadi bagian dari Tim Nasional PSSI Garuda sejak masa mudanya.

Ceritanya semasa menggeluti sepak bola juga terbilang menarik.

Datang dari Jepara ke Yogyakarta dengan modal nekat, bersekolah sambil bermain bola, tinggal di suatu kos tanpa harus membayar sepeserpun.

Keberuntungan dalam hidupnya tak pernah putus, Siswadi Gancis sebagai pemain bola juga sampai ditawari untuk bekerja di Bank BPD DIY, hanya karena ia tidak boleh pergi dari Yogyakarta, sekaligus hengkang dari PSIM Yogyakarta ke PSIS Semarang.

Lalu bagaimana kelanjutan cerita lainnya? Tribunjogja.com sempat mewawancarainya tempo hari di rumahnya, di kawasan Godean.

Kini ia sedang menepi menikmati masa pensiun dari pekerjaanya dari Bank BPD DIY.

Baca juga: Striker Muda PSIM Ini Pantang Ciut Nyali Ungkap Kelebihan Tim Musim Ini

1. Ketika sudah bermain lama untuk PSIM dan masih dibutuhkan, kenapa memilih pensiun dan mementingkan pekerjaan di luar sepak bola? Bagaimana ceritanya?

Ceritanya waktu itu kompetisi sedang berjalan, dan PSIM Yogakarta akan melakukan away ke daerah timur, salah satunya Jayapura. 

Dari sana saya minta izin ke direksi BPD, tapi tidak mau memberi izin. Itu jadi hal yang berat buat saya, karena diminta untuk memilih salah satu, kerja di BPD atau tetap bermain di PSIM Yogyakarta

Pertimbangan saya waktu karena usia saya yang sudah sekitar 30-an tahun, dan membela PSIM Yogyakarta juga sudah sejak di level junior, waktu yang lama juga itu. Begitu juga saya bekerja di BPD ini sudah 10 tahun, akhirnya saya logis saja untuk memilih pekerjaan saya di BPD. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved