Breaking News:

Kabupaten Bantul

Rata-rata Ada 5 Pasien Isoman Meninggal di Rumah Setiap Hari di Bantul

Rata-rata pasien yang meninggal saat isoman adalah pasien positif covid-19 yang bergejala dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta.  

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Terkait adanya pasien Covid-19 yang meninggal di rumah, hal itu belum terdengar oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

"Saya belum mendengar dan menerima laporan isoman di bantul yang meninggal. Memang pandemi semakin tidak terkendali, maka pada akhirnya individu masyarakat yang harus menjaga dirinya masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan.

Bupati mengatakan bahwa menyediakan tempat tidur untuk isolasi di shelter pun ada batasnya.

Keterbatasan juga dialami dalam hal kebutuhan tenaga kesehatan.

Baca juga: Dinkes Bantul Buka Pendaftaran Relawan, Dalam Sehari Jumlah Pendaftar Dua Kali Lipat dari Kebutuhan

Terlebih dari sisi anggaran, tidak mungkin menggelontorkan anggaran tanpa batas.

Maka dari itu, peran serta dari Satgas di level mikro sangat diandalkan, termasuk dalam hal melayani para pasien yang menjalankan isoman di rumah.  

Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Rahardjo memaparkan bahwa pihaknya mengerahkan petugas dari Puskesmas untuk terus memantau perkembangan kesehatan dari warga.

Sehingga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dapat sembuh dari Covid-19.

"Kalau memang harus isolasi mandiri, dibantu oleh puskemas, obat akan kita support. Obat yang bisa membantu mengendalikan perkembangan virus itu dan juga vitamin yang diperlukan, termasuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien," jelasnya beberapa waktu lalu.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved