Breaking News:

KAGET, Ini Kesaksian Keponakan Pasangan Suami Istri yang Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Sleman

Jenazah pasangan suami istri, JS dan CD, sekira pukul 23.00 WIB dibawa ke pekuburan khusus Madurejo, Prambanan. Tim BPBD Sleman merampungkan

TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo
Proses evakuasi jenazah pasutri di Gamping Sleman yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jenazah pasangan suami istri, JS dan CD, sekira pukul 23.00 WIB dibawa ke pekuburan khusus Madurejo, Prambanan.

Tim BPBD Sleman merampungkan pemulasaran kedua jenazah sekira pukul 22.30 WIB.

Tim dan keluarga harus menunggu kendaraan jenazah berukuran besar untuk mengangkut dua peti jenazah bersamaan.

Proses evakuasi jenazah pasutri di Gamping Sleman yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah
Proses evakuasi jenazah pasutri di Gamping Sleman yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah (TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo)

Kedua warga Jangkang, Karangtengah, Nogotirto, Gamping, Sleman itu meninggal dunia dalam status positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Ardian, keponakan almarhum yang tinggal bersebelahan mengungkapkan, JS dan CD sudah menjalani isoman selama 10 hari.

Kondisinya diperkirakan memburuk sejak Sabtu (10/7/2021).

Proses evakuasi jenazah pasutri di Gamping Sleman yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah
Proses evakuasi jenazah pasutri di Gamping Sleman yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah (TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo)

Ardi dan kakaknya yang juga sedang isoman memeriksa keadaan paman dan tantenya itu Minggu siang.

Mereka curiga karena melihat bungkusan tas plastik dan paket masih tergantung dan sebagian berada di teras rumahnya.

Begitu masuk rumah sekira pukul 14.00 WIB, mereka mendapati tantenya dalam posisi duduk terkulai tidak menunjukkan tanda-tanda hidup.

Baca juga: Suami Istri di Sleman Meninggal Dunia Saat Isolasi Mandiri, Jenazah Tertahan Selama 9 Jam

Sementara pamannya dalam keadaan lemas tidak sadarkan diri duduk tak jauh dari posisi istrinya.

Ardi dan kakaknya, Ina, lantas menghubungi paramedis Puskesmas Gamping, yang segera berdatangan.

CD saat tim Puskesmas Gamping tiba, diperiksa, dinyatakan sudah meninggal dunia.

JS yang tak sadarkan diri dibawa ke RSUP Dr Sarjito menggunakan ambulans dan tim khusus Covid-19 sekira pukul 15.00 WIB.

Setiba di rumah sakit, JS diperiksa tapi kemudian dinyatakan sudah meninggal dunia.

Selanjutnya jenazah langsung dibawa pulang ke rumah.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Besok, Senin 12 Juli 2021

DIberitakan Tribun Jogja sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman dinyatakan meninggal dunia setelah enam hari menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif Covid-19.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan membenarkan adanya kabar tersebut.

Informasi yang diterima Makwan dari petugas di lapangan, sepasang suami istri itu mulai dinyatakan positif Covid-19 sejak 6 Juli 2021, dan sejak tanggal itu keduanya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun nahas, sepasang suami istri tersebut meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) siang sekitar pukul 14.00 di rumahnya.

"Betul, itu sepasang suami istri. Positif itu kalau gak salah dari tanggal 6 Juli. Hasil dari puskesmas. Ya sejak itu isolasi mandiri di rumah. Kalau inisial dan usianya saya harus buka data," kata Makwan kepada Tribun Jogja, Minggu malam. (Xna/Hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved