Breaking News:

BPBD Kota Yogyakarta Akui Tak Mudah Rekrut Relawan Pemakaman Jenazah COVID-19

Nurhidayat mengungkapkan proses perekrutan relawan di wilayah Kota Yogya tidak semudah membalik telapak tangan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi BPBD Kota Yogyakarta
Pemakaman Jenazah COVID-19 di Bantul Ditugaskan pada Warga Terlatih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta bakal memberdayakan relawan yang tergabung dalam Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk proses pemakaman jenazah prosedur COVID-19.

Tapi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nurhidayat, mengungkapkan proses perekrutan relawan di wilayah tidak semudah membalik telapak tangan.

Terlebih, dalam situasi sebaran COVID-19 yang belakangan makin masif.

"Merekrut orang-orang seperti itu kan tidak mudah. Semua menjauhi COVID-19, terus ini malah mendekat. Jadi, saat ini kita masih proses," ungkapnya, Senin (12/7/2021).

"Tapi, Alhamdulillah, sekarang setiap kecamatan sudah ada, mudah-mudahan bisa ter-back up lah, meski belum setiap kampung, atau minimal per kelurahan, ya tidak apa-apa, namanya juga masih proses," imbuh Nurhidayat.

Ia berharap, ke depannya, pemulasaran jenazah prosedur COVID-19 bisa dilaksanakan layaknya pemakaman normal, seperti pada umumnya.

Dalam artian, proses dilaksanakan oleh penduduk di lingkunganya masing-masing.

"Jadi, harapan kami, di setiap kampung itu bisa tumbuh ya, tim pemakaman COVID-19. Setiap tim paling tidak 7 orang. Nanti di-handle BPBD juga kok itu," tersngnya.

Sehingga, Nurhidayat memastikan, pemerintah tidak akan lepas tangan, atau sebatas memasrahkan tugas kepada para relawan di wilayah.

Menurutnya, selain pendampingan, segala keperluan bakal dipenuhi menyeluruh.

"APD dari kita, edukasi juga dari kita, cuma tenaganya dari masyarakat. Biar kampung itu tumbuh, sehingga nanti bisa mengelola wilayahnya sendiri. Sehingga, setidaknya bisa muncul 1 tim di setiap kampung," tandasnya.

"Pelatihan dulu juga sudah kita adakan. Pernah itu. Nah, ini sekarang tinggal action-nya saja. Toh, pendampingan dari BPBD tetap ada," pungkas Nurhidayat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved