Kasus Covid 19

Alhamdulillah, Pasien Kasus Covid-19 Sembuh Sebanyak 782 Orang

GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan penambahan kasus sembuh pasien Covid-19 mencapai 782 orang.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan penambahan sebanyak 1.731 kasus Covid-19 baru pada Senin (12/7/2021). Sementara itu, untuk penambahan kasus sembuh sebanyak 782 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, dengan penambahan itu maka total kasus terkonfirmasi saat ini menjadi 77.994 kasus. "Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 348 kasus, Bantul 677 kasus, Kulon Progo 123 kasus, Gunungkidul 243 kasus, dan Sleman, 340 kasus," ungkapnya.

Adapun rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah, periksa mandiri 217 kasus, tracing kontak kasus positif 1.496 kasus, dan skrining karyawan tiga kasus. Sedangkan sebanyak 15 kasus belum diperoleh informasi.

Berty kemudian melaporkan penambahan kasus sembuh, yakni sebanyak 782 kasus. "Sehingga total sembuh menjadi 56.430 kasus," ujarnya.

Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta 190 kasus, Bantul 131 kasus, Kulon Progo 47 kasus, Gunungkidul 243 kasus, dan Sleman 340 kasus.

Terkait angka kematian, hari ini dilaporkan ada 47 pasien yang meninggal dunia setelah terinfeksi virus Corona. "Di Kota Yogyakarta ada enam kasus meninggal, Bantul 17, Gunungkidul tujuh kasus, dan Sleman 17 kasus," tuturnya.

Dengan penambahan itu maka total kasus meninggal menjadi 2.026 kasus. Sementara itu, kebutuhan ruang perawatan di rumah sakit dan selter isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di Yogyakarta semakin menipis. Hal ini seiring lonjakan kasus yang terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.

Ketersediaan selter
DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DIY pun mengusulkan pada pemerintah daerah, untuk memanfaatkan bangunan sekolah, maupun universitas, sebagai unit isolasi terpusat bagi warga yang terpapar corona.

Ketua DPW Perindo DIY, Yuni Astuti menyebutkan, kondisi di lapangan berbicara, bahwa tidak semua warga yang terpapar Covid-19 rumahnya layak untuk isoman, lantaran tinggal satu atap dengan anggota keluarga lain. Terlebih, ketika menjalani isolasi mandiri, kondisi warga pun tak terpantau oleh tenaga kesehatan secara intens.

Kondisi ini, berbeda dengan perawatan di selter isoman, yang memang disiapkan tenaga kesehatannya. "Saat ini kegiatan belajar mengajar kan juga masih daring. Jadi, saya kira tidak ada salahnya, kalau bangunan-bangunan sekolah, atau kampus itu dipakai pemerintah untuk selter isolasi mandiri," ujarnya.

Yuni pun meyakini, gedung-gedung sekolah di Yogyakarta memiliki kualitas memadahi untuk menampung warga yang terpapar covid-19. Menurutnya, pemerintah hanya tinggal melengkapi fasiliras yang belum tersedia. (aka)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Selasa 13 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved