Breaking News:

Jawa

Nekat Gelar Resepsi Saat PPKM Darurat, Polsek Borobudur Bubarkan Kerumunan

Polsek Borobudur bersama Satgas Covid-19 menghentikan resepsi pernikahan yang digelar warga di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo Magelang.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Polres Magelang
Polsek Borobudur bersama Satgas Covid-19 saat menghentikan kegiatan resepsi pernikahan, Sabtu (10/07/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polsek Borobudur bersama Satgas Covid-19 menghentikan resepsi pernikahan yang digelar warga di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Sabtu (10/07/2021). 

Penghentian tersebut, karena melanggar aturan protokol kesehatan serta kebijakan PPKM darurat.

"Iya benar kami bersama tim Satgas Covid-19, Kecamatan Borobudur menghentikan kegiatan tersebut karena melanggar aturan PPKM darurat," jelas Kapolsek Borobudur AKP Sigit Asnawi, Minggu (11/07/2021).

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kabupaten Magelang: Tambah 316 Kasus, 85 Pasien Sembuh, 3 Orang Meninggal Dunia 

Ia mengungkapkan awal dari penghentian resepsi yang digelar warga itu, bermula dari  informasi masyarakat.

Setelah dilakukan pengecekan, teryata didapati resepsi itu melanggar prokes dengan kerumunan yang melebihi aturan.

"Setelah kami beri penjelasan dan pendekatan persuasif, baik dengan perangkat desa,  panitia  acara maupun pemilik acara. Mereka bisa menerima, dan acara tidak dilanjutkan," jelasnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat agar menahan untuk membuat kegiatan yang rentan menimbulkan keramaian atau kerumunan.

Baca juga: Dinkes Kota Magelang Rencanakan Perekrutan Relawan di Tengah Lonjakan Covid-19

Sesuai dengan aturan pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

Selain itu, peraturan juga tertuang dalam Instruksi Bupati Magelang Nomor 2 Tahun 2021 di masa PPKM Darurat dilarang melaksanakan hajatan yang dapat  mendatangkan kerumunan massa hanya diperbolehkan paling banyak 10 orang.

"Tunda dulu kegiatan masyarakat, seperti resepsi, acara keagamaan, maupun kesenian. Karena kegiatan-kegiatan tersebut bisa menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan tingkat penyebaran virus Covid-19 makin tinggi," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved