Breaking News:

Yogyakarta

Warga Gunungkidul Meninggal Dunia di Dalam Mobil karena RS Rujukan Penuh, Ini Tanggapan Pemda DIY

Kejadian itu disebabkan karena penuhnya kapasitas 27 rujukan Covid-19 di DIY akibat lonjakan kasus terkonfirmasi yang masih saja terus terjadi.

Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nasib nahas menimpa H (48) warga Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul yang meninggal di dalam mobil setelah pontang-panting mencari rumah sakit, namun tak kunjung didapat.

Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, H meninggal dunia pada Kamis (8/7/2021) malam sekitar pukul 22.30 di dalam mobil dan disaksikan oleh suami serta saudaranya, di parkiran RSU Veteran Patmasuri karena kritis usia dinyatakan positif covid-19 melalui swab antigen.

Merespons hal itu, Kepala Pelaksana Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengaku masih mencari solusi agar fenomena tersebut tak kembali berulang.

Menurutnya, kejadian itu disebabkan karena penuhnya kapasitas 27 rujukan Covid-19 di DIY akibat lonjakan kasus terkonfirmasi yang masih saja terus terjadi.

Baca juga: Miris, Pontang-panting Cari RS Rujukan Covid-19, Warga Gunungkidul Akhirnya Meninggal di Parkiran

Penambahan kasus dikatakan tak dapat mengimbangi kapasitas RS rujukan.

"Ini masih menjadi pembahasan kita, solusinya. Ini saling terkait satu sama lain, ketika kapasitas RS itu tidak sebanding dengan jumlah kasus. Pasien larinya ke isoman atau selter," terang Biwara saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (9/7/2021).

Untuk mencegah kejadian serupa, penambahan kapasitas RS perlu segera direalisasi. 

Pemda DIY juga telah menginstruksikan kepada RS untuk mengalokasikan sebagian tempat tidurnya untuk merawat pasien yang terpapar Covid-19.

Namun, belum seluruh RS mampu merealisasikannya lantaran masalah keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki.

"Artinya memang penambahan kapasitas RS itu yang perlu segera direalisasi karena dalam rapat kemarin ada diharapkan alokasi lebih menangani Covid. Namun di situ perlu ada tambahan SDM," jelasnya.

Baca juga: Minim Tenaga hingga Fasilitas Sebabkan Angka Kematian Covid-19 di Gunungkidul Tinggi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved