Breaking News:

Strategi dan Cara Hotel di Yogyakarta Bertahan, di Tengah Gempuran Pandemi Covid-19

Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali sejak 3 - 20 Juli 2021

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
12 varian menu signature food yang dihadirkan Royal Darmo Malioboro Hotel. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali sejak 3 - 20 Juli 2021.

Sejumlah kota melakukan pembatasan mobilitas, termasuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kontan saja, aturan ini nestapa bagi pelaku bisnis perhotelan dan restoran, di tengah upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi corona. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo mengungkapkan, aturan PPKM darurat berdampak sangat signifikan bagi pengusaha di bidang perhotelan.

Sebab, sejumlah akses jalan ditutup. Menurut dia, upaya penanganan Covid-19 sebelumnya, bisnis hotel di Yogyakarta dan Sleman masih bisa sedikit bernafas karena ruas jalan di dalam kota tidak sampai ditutup.

Baca juga: Ketua Komisi A DPRD DIY Minta Masyarakat Bijak Bermedsos di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, aturan sekarang sejumlah akses jalan ditutup (dilakukan penyekatan) dan itu menurutnya berdampak luar biasa terhadap okupansi kamar hotel.

"Penutupan akses jalan di PPKM darurat ini (dampaknya) cukup signifikan. Image yang berkembang di luar, Yogya itu sudah seperti kota mati," kata dia, kepada Tribun Jogja, Kamis (8/7/2021). 

Tak ayal, kata Joko, tingkat keterisian kamar hotel saat ini sangat rendah, hanya lima persen saja. Joko--selain sebagai ketua PHRI Sleman, dia juga sebagai General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel. Ia menyebutkan, hotel yang dikelola memiliki kapasitas 140 kamar.

Dari jumlah tersebut, selama diberlakukannya PPKM darurat, kamar yang terisi hanya 5 persen atau sekitar 10 kamar saja. 

Karenanya, segala upaya, strategi dan inovasi terus dilakukan agar hotel berkonsep heritage bintang 4 yang berada di jalan Kemetiran Kidul, no 54 Yogyakarta itu tetap bisa bertahan di tengah situasi pelik. Satu di antaranya, dengan menghadirkan 12 varian menu signature food. Meliputi, gulai ayam; sop buntut goreng; sop jawa; sop buntut; tongseng ayam; soup Iga; soup Iga bakar; nasi goreng rempah royal; grill baby chicken boneless; grill chicken breast; kwetiaw jamur 54; mie goreng jawa DARMO, dan mie godog jawa KEMKIT. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved