Breaking News:

PSS Sleman

Skuat PSS Latih Fisik Secara Mandiri di Mes Selama PPKM Darurat

MATERI fisik akan lebih banyak diberikan karena ruang gerak dan fasilitas berlatih terbatas.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Dok PSS
LATIHAN MANDIRI - Kim Jeffrey Kurniawan saat menjalani sesi latihan pagi bersama PSS Sleman di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Jawa Barat, Minggu (13/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sepak bola Indonesia sedang dirundung ketidapastian setelah PSSI selaku pihak federasi dan PT LIB selaku operator liga resmi menunda kembali kompetisi. Penyebabnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat karena meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19.

Kompetisi Liga 1 yang seharusnya dimulai pada hari Sabtu (10/7) esok, sempat akan dimajukan sehari, Jumat (9/7/2021), namun rencana itu gagal total. Kick off Liga 1 harus dijadwalkan ulang. Sejauh ini, opsi waktu yang diwacanakan pihak klub yakni 20 Agustus 2021.

PSS Sleman selaku kontestan Liga 1 akhirnya meliburkan semua kegiatan tim dan latihan para pemainnya. Satu keputusan yang berani, sekaligus realistis demi mengikuti arahan dari pemerintah pusat soal PPKM darurat. PSS menyiasatinya dengan program latihan mandiri selama libur latihan bersama.

Pelatih fisik PSS Sleman, Danang Suryadi memaparkan, kegiatan latihan mandiri akan berlangsung selama PPKM darurat hingga 20 Juli. “Selama PPKM dan tidak ada latihan bersama ini, tim pelatih menentukan bahwa para pemain melakukan latihan mandiri yang dimulai dari 9 hingga 20 Juli,” jelasnya.

Danang menyebut tim pelatih telah menentukan metode yang tepat untuk diterapkan dalam latihan mandiri. Apalagi imbas dari PPKM darurat ini, pemain kesulitan mengakses tempat-tempat latihan maupun gym. “Materi fisik akan lebih banyak diberikan karena ruang gerak dan fasilitas berlatih terbatas,” jelasnya.

Materi latihan fisik yang diberikan meliputi strength, upper dan lower body, koordinasi, dan latihan teknik dasar. Materi itu menurut Danang demi menjaga kondisi pemain agar tidak terlalu turun selama latihan mandiri. "Materi fisik tersebut sangat mungkin diberikan di tengah keterbatasan yang ada," kata Danang.

Akan tetapi, meskipun materi latihan fisik telah diberikan, pengunduran jadwal Liga 1 menjadi kerugian bagi tim berjuluk Super Elang Jawa ini. Tim pelatih memperkirakan pada dua pekan jelang kick off, para pemainnya telah memasuki puncak performa. Kini mereka harus menunggu kejelasan liga.

Tidak ambil risiko
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic turut menyayangkan keputusan mengejutkan itu, karena sebelumnya PSS telah melewati banyak tahapan latihan termasuk sejumlah laga uji coba. Namun begitu, Dejan tetap merasa bahwa kebijakan pemerintah saat ini adalah hal yang paling realistis.

"Kita benar-benar tidak mau mengambil risiko, kita cari aman lebih dulu, maka semua program latihan bersama dan agenda pertandingan uji coba kita stop, dan akan dijadwalkan ulang setelahnya. Semoga penundaan ini tidak terlalu lama. Jangan sampai mengganggu fokus pemain," jelas Dejan

Terlebih lagi, saat ini PSS Sleman sedang merampungkan urusan merekrut pemain asing baru yang sudah di tahap pembuatan visa. Artinya persiapan kompetisi yang dilakukan PSS memakan biaya yang tidak sedikit. Apabila liga kembali batal, maka banyak kerugian yang akan ditanggung klub.

Senada dengan Dejan, gelandang PSS, Kim Jeffrey Kurniawan turut menyayangkan pengunduran jadwal liga. Namun baginya, kesehatan dan keselamatan banyak orang merupakan hal yang utama. "Sebenarnya cukup disayangkan. Kita inginnya main, tapi balik lagi, kesehatan nomor satu," kata Kim.

Akan tetapi Kim tak mengeluh jika nanti banyak program dari klub termasuk latihan mandiri yang dicanangkan pelatih akan berubah. Sebagai pemain profesional, Kim ingin menunjukan bahwa dirinya bisa menghadapi situasi apapun di sepak bola termasuk saat kondisi pandemi seperti ini.

Sementara itu, meskipun latihan bersama diliburkan, namun para pemain tetap berada di mes dan tidak ada yang pulang ke rumah karena kebijakan PPKM darurat yang membatasi mobilitas masyarakat untuk bepergian. Aktivitas di mes yang dilakukan anak asuh Dejan Antonic ini ialah melaksanakan latihan mandiri.

Adapun para pemain tetap dalam pantauan tim dokter PSS Sleman, Elwizan Aminuddin. Mereka nantinya akan menjalani swab test yang akan dilakukan dalam kurun waktu satu pekan sekali. "Harapannya dengan menjalani tes swab rutin seperti ini dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pemain," katanya. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 9 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved