Breaking News:

Pria 66 Tahun Ini Nekat Melawan Petugas Satgas Covid-19

Seorang pria diduga nekat melawan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Klaten saat hendak ditertibkan karena melanggar ketentuan PPKM.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah R Hasibuan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang pria diduga nekat melawan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Klaten saat hendak ditertibkan karena melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di daerah itu. Atas perbuatannya, pria berinisial DS berusia 66 tahun warga Tembalang, Semarang harus berurusan dengan Polres Klaten.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (4/7/2021). "Kronologisnya pada hari Minggu sekitar pukul 22.15 WIB, Satgas Covid-19 Klaten menggelar patroli di daerah Kecamatan Wedi," ujar AKP Andriyansya saat ditemui di Mapolres Klaten, Rabu (7/7/2021).

Selanjutnya, tim Satgas Covid-19 Klaten yang saat itu menggelar patroli memasuki Desa Jiwokulon, Kecamatan Wedi. Sesampainya di sana didapati sebuah warung makan yang masih buka hingga pukul 22.15 WIB. Tak hanya itu, pengelola warung tersebut juga melayani pembeli makan di tempat.

Padahal, menurut peraturan PPKM Darurat dan surat edaran (SE) Bupati Klaten No. 443.5/136 dan Instruksikan Bupati Klaten No: 4 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 dalam Kondisi Zona Merah di Kabupaten Klaten, rumah makan, restoran dan usaha kuliner lainnya hanya boleh buka hingga pukul 20.00 WIB dan makanan di bawa pulang.

Menurut Kasat Reskrim, saat tiba di warung makan itu, Satgas Covid-19 meminta warung tersebut untuk tutup. "Di warung itu ada seseorang berinisial DS yang sedang makan. Saat dihentikan kegiatannya, dia tidak mau dan diduga melakukan perlawanan dengan memecahkan piring dan tidak mau menghentikan kegiatan tersebut," paparnya.

Selanjutnya, DS yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu akhirnya ditahan oleh Polres Klaten untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Untuk saat ini peristiwa tersebut telah memasuki tahap penyidikan dan kami sudah memeriksa saksi yang hadir saat kejadian seperti Kasatpol PP dan pemilik warung. Total ada 8 saksi yang sudah dimintai keterangan," katanya.

Diakui Andriyansyah, pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, DS juga sempat ditegur oleh Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu karena terlihat mengendarai sepeda motor tanpa masker. "Pada hari yang sama, atau sore harinya bapak (DS) ini sudah ditegur Pak Kapolres juga karena tidak makai masker. Jadi dua kali kejadian di hari yang sama," ucapnya.

Atas perbuatannya, DS dijerat dengan pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukun Pidana (KUHP) Subsider Pasal 212 dan 14 UU No. 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman 1 tahun penjara. Saat ini, proses penyelidikan terus berlangsung dan telah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin apel gelar pasukan gabungan Satgas Covid-19 di Alun-alun Klaten, Rabu (7/7) menegaskan jika dirinya mengapresiasi Polres dan Kodim Klaten yang mengambil tindakan tegas bagi warga yang tidak patuh terhadap aturan PPKM Darurat.

"Dengan imbauan tidak cukup. Ada penanganan kasus di tempat kita, lanjutkan untuk Polres menyidik itu. Karena kita sudah satu tahun lebih menangani Covid-19. Kita tidak perlu mengimbau lagi, ambil tindakan dan didik masyarakat kita agar pandemi ini bisa segera berakhir," tegasnya. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 8 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved