Breaking News:

Headline

Polres Klaten Lakukan Penyekatan di Prambanan

Jajaran Polres Klaten kembali menggelar penyekatan di Kecamatan Prambanan perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah, Rabu (7/7/2021).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Petugas Kepolisian saat memeriksa pengendara yang melintas di Prambanan, Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten kembali menggelar penyekatan di Kecamatan Prambanan perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah, Rabu (7/7/2021). Hasilnya, sudah puluhan kendaraan ditindak oleh petugas kepolisian lantaran pengemudinya tidak bisa menunjukan surat atau persyaratan perjalanan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Abipraya Guntur Sulastiasto mengatakan, selama empat hari menggelar penyekatan mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (6/7/2021) pihaknya sudah memutar balik sekitar 25 kendaraan. "Sejak hari pertama, kita telah menindak sebanyak 25 kendaraan berpelat luar daerah yang mau memasuki wilayah Klaten," ujar AKP Abipraya, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan, puluhan kendaraan itu ditindak oleh pihkanya lantaran pengemudi tidak bisa menunjukan surat atau persyaratan perjalanan di masa PPKM Darurat. "Kendaraan-kendaraan ini tidak bisa menunjukan surat kelengkapan perjalanan di masa PPKM Darurat, makanya kita lakukan tindakan," ucapnya.

Kemudian Kasat menjelaskan, adapun persyaratan yang dimaksud yakni kartu vaksin, hasil tes swab PCR atau tes rapid antigen hingga surat keterangan kerja di sektor esensial atau kritikal. "Kebanyakan para pengendara ini dari daerah Yogyakarta dan Magelang. Mereka ini mengaku tujuannya ke Klaten atau ke Solo," imbuhnya.

Ia pun mengimbau warga Klaten untuk mengurangi mobilitas selama pelaksanaan PPKM Darurat di daerah itu. Sebab, dengan kurangnya mobilitas warga diyakini bisa mengurangi penularan Covid-19 di Kabupaten Bersinar.

Petugas pun akan secara tegas melakukan penertiban terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran.
Penyekatan dalam upaya penerapan PPKM Darurat di Jawa Tengah juga dilakukan di Simpang Trio, Kota Magelang, Rabu (7/7/2021).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0705 Magelang, Sekda Kota Magelang, Kasi Intel Kejari Kota Magelang dan diikuti personel gabungan TNI, Polri dan Pemkot Magelang.

Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin mengatakan, penyekatan ini sudah dilakukan setiap hari untuk mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar rumah selama PPKM Darurat. “Dengan pembatasan yang dilakukan ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Magelang," kata AKBP Asep.

AKBP Asep menyampaikan, apabila dijumpai pengendara kendaraan bermotor bersuhu badan di atas 37 derajat celcius langsung diputarbalikan. Petugas juga melakukan pemantaun di tempat-tempat umum dan pusat keramaian serta penyemprotan cairan disinfektan guna memutus mata rantai Covid-19. (mur)

Mobilitas Turun 15 Persen
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto menggelar apel gelar pasukan gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di Alun-Alun Klaten, Rabu (7/7/2021). Ia menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 disinyalir dari carrier atau virus yang dibawa oleh seseorang dari satu tempat ke tempat lain.

"Covid-19 saat ini carrier-nya disinyalir dari manusia yang bergerak dari satu titik ke titik lain. Sehingga perlu adanya pembatasan kegiatan, maka pemerintah melakukan PPKM Darurat untuk membatasi. Selama PPKM Darurat sudah ada penurunan mobilitas manusia sebesar 15 persen dari target 50 persen," ucap Mayjen TNI Rudianto.

Ia menjelaskan, dengan menurunnya pergerakan manusia selama PPKM Darurat, maka angka Covid-19 bisa menurun. "Dengan kurangnya pergerakan orang maka pembawa virus berkurang dan kasus bisa menurun. Pelaksanaan PPKM sudah berjalan. Saya apresiasi Bupati dan Forkopimda Klaten yang bersatu menjalankan PPKM ini," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, apel gelar pasukan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten. "Apel pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten tersebut untuk mengevaluasi kegiatan PPKM. Bukan berarti rekan-rekan tidak bagus, yang bagus akan kita tingkatkan dan yang kurang akan kita tambah," ucapnya.

Ia mengatakan, Klaten berada di wilayah aglomerasi antara Yogyakarta dan Solo, sehingga butuh tantangan tersendiri dalam menangani kasus korona selama PPKM Darurat. "Kita amati penduduknya berada di wilayah aglomerasi antara Jogja dan solo. Jadi ini tantangan tersendiri. Saya minta tolong PPKM Darurat betul-betul dilaksanakan," imbuhnya. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 8 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved