Breaking News:

Masa PPKM Darurat

Jadi Lengang, Arus Lalu Lintas Kota Yogya Turun 57 % Saat PPKM Darurat

PEMKOT Yogyakarta menyebut kepadatan jalanan di wilayahnya menurun sejak pelaksanaan PPKM Darurat.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Agus Wahyu
Tribunjogja/Azka Ramadhan
LENGANG - Suasana Jalan Malioboro yang tampak lengang seiring diterapkannya penyekatan selama PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut kepadatan jalanan di wilayahnya menurun sejak pelaksanaan PPKM Darurat. Hal tersebut, seiring penerapan sejumlah penyekatan di simpang-simpang krusial.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menandaskan, terdapat sembilan simpang yang terdampak manajemen lalu lintas selama PPKM Darurat ini. Antara lain, Gondomanan timur-barat, Gramedia timur-selatan, Galeria timur, serta Serangan timur-barat.

"Terjadi penurunan sebesar 57 persen volume lalu lintas. Parameternya adalah, pengurangan panjang antrean traffic light. Alhamdulillah, turunnya 57 persen," ungkapnya, Kamis (8/7/2021).

Ia mencontohkan, simpang Permata Jalan Sultan Agung, yang semula panjang antrean 35-40 meter, saat ini menjadi 20-25 meter, atau turun 29 persen. Tapi, penurunan paling ekstrem, muncul di simpang Galeria timur, di Jalan Urip Sumoharjo yang berkurang sampai 86-90 persen.

"Sebelumnya, antrean di sana bisa mencapai 70 meter ya, sekarang tinggal sekitar10 meter saja, itu pun mungkin hanya kepentingan (penduduk) lokal," terangnya.

Agus berharap, fenomena ini merupakan sinyal positif, dimana kesadaran warga masyarakat yang bergerak di sektor non esensial mulai terbangun. Bagaimanapun juga, semua lapisan harus menerapkan jargon 'di rumah lebih baik', supaya sebaran Covid-19 dapat semakin ditekan.

Relatif tinggi
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, melaporkan selama 4 hari pelaksanaan PPKM Darurat tingkat mobilitas masyarakat di Provinsi DIY relatif cukup tinggi. "Targetnya bisa kurangi mobilitas hingga 50 persen.Pengurangan mobilitas merupakan kunci menurunkan angka terkonfirmasi positif Covid-19. Salah satunya dengan penyekatan jalan-jalan utama provinsi," kata Biwara.

Pengurangan mobilitas merupakan kunci menurunkan angka terkonfirmasi positif Covid-19. Pemda DIY berupaya keras mencapai target tersebut, salah satunya melalui penyekatan jalan-jalan utama provinsi ini.

Pemda DIY ke depan lebih tegas melarang operasional berbagai tempat yang pada kondisi biasa full mobilitas, semisal pusat perbelanjaan, obyek wisata maupun pusat kuliner yang menarik orang keluar rumah. Pembatasan akses ke kawasan Kota Yogyakarta melalui peningkatan volume operasi melibatkan personel TNI, Polri dan Satpol PP.

”Selain itu, juga memetakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan Work from Home hingga 25 persen, 75 persen dan 100 persen,” tegas Biwara. (hda)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 9 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved