Breaking News:

Feature

Degan Bakar Diyakini Berkhasiat Menjaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19

LONJAKAN kasus Covid-19 menjadi berkah bagi sebagian pedagang. Satu di antaranya pedagang kelapa di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kendal.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
SIAPKAN PESANAN - Seorang pedagang sedang menyiapkan pesanan degan bakar di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Rabu (7/7/2021). 

Lonjakan kasus Covid-19 nampaknya menjadi berkah bagi sebagian pedagang. Satu di antaranya pedagang kelapa di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal. Sang pemilik, Mursalin (49) bahkan sampai kewalahan melayani permintaan degan (kelapa muda) dalam dua pekan terakhir.

DIA pun sempat menolak beberapa permintaan setiap hari karena tenaganya dirasa tidak mampu. Saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (7/7/2021), Mursalin mengaku jika permintaan degan sedang melonjak. Jika biasanya ia menjual 30 buah kelapa muda, akhir-akhir ini dirinya bisa menjual sampai 100 buah kelapa muda.

"Setiap hari paling 30 butir degan, sekarang bisa 100 sejak pandemi meningkat, ya dua pekan terakhir ini. Sebenarnya bisa lebih (dari 100), tapi tenaganya tidak mampu. Sayang tidak tahu kenapa banyak yang beli, tapi kebanyakan pembeli itu mengeluh meriang tidak enak badan. Beli degan supaya pulih," kata Mursalin.

Menurut dia, saat ini masyarakat lebih memburu varian degan bakar daripada menu degan lain. Memang di warung milik Mursalin ini, degan bakar menjadi salah satu menu unik yang jarang ditemui di penjual kelapa muda lainnya.

Dari seratusan permintaan setiap hari, 70-80 persennya adalah permintaan degan bakar. Mursalin yang sudah berjualan degan bakar selama 14 tahun mengaku jika sempat merantau di luar kota dan mengalami sakit.

Dia mencoba meramu obat dengan membakar degan ditambah rempah-rempah seperti jahe dan meminumnya. Merasa punya khasiat untuk menambah daya tahan tubuh, Mursalin mulai menjual degan bakar di daerah kelahirannya, Kendal.

Di dalam racikan degan bakar, ia menambahkan beberapa rempah-rempah alami seperti jahe, alang-alang, dan temulawak untuk menambah khasiat air degan. Harganya pun cukup terjangkau hanya Rp 18.000 tiap satu buah degan bakar.

Selain itu, pria dua anak ini juga menyediakan menu es degan biasa dan degan wulung. "Semua bahan tambahan yang saya pakai dari tumbuh-tumbuhan semua. Ya lumayanlah berproses hingga 14 tahun sampai sekarang," tuturnya.

Dalam proses pembuatan degan bakar memerlukan sedikitnya 4 jam hingga membuat pembeli antre. Pertama, degan yang dipilih harus berkualitas agar tidak pecah saat dibakar. Mursalin menggunakan bara api dari batok dan serabut kelapa untuk membakar degan di dalam tong selama 4 jam. Setiap tongnya bisa memuat 25-27 degan sekaligus.

"Saya buka sampai pukul 18.30 WIB. Ini saya mundurin 1 jam karena permintaan banyak. Saya mulai bakar pukul 10.00 WIB, nanti sekira pukul 14.00 WIB baru siap untuk menu degan bakarnya," jelas Mursalin.

Dia berharap, apa yang dijual bisa bermanfaat untuk semua orang, khususnya bisa membantu dalam menjaga kesehatan tubuh masyarakat.

Seorang pembeli, Vian mengatakan, khasiat degan bakar berbeda ketika mengkonsumsi degan biasa. Katanya, air degan yang disajikan dalam keadaan hangat, ditambah beberapa ramuan rempah-rempah bisa membuat badan kembali segar. Apalagi, harga yang dipatok pun cukup terjangkau semua kalangan masyarakat.

"Yang saya rasakan, rasanya enak, seger bikin kita berkeringat saat meminumnya. Enaklah lebih mantap," terang Vian. (Tribunbanyumas/Saiful Ma'sum)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi jumat 9 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved