Breaking News:

Jawa

Terjadi Kenaikan Kasus Positif, Satgas Covid-19 Kabupaten Magelang Minta Masyarakat Tak Perlu Panik

Penambahan jumlah kasus positif yang masif dikarenakan metode penentuan diagnosa di Kabupaten Magelang saat ini menggunakan swab antigen.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Berita Update Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang, Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tidak perlu panik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, agar masyarakat tidak panik dengan fenomena  jumlah terkonfirmasi positif yang mengalami kenaikan.

Di mana, pada (06/07/2021) kemarin, terkonfirmasi kasus positif hingga mencapai 551 kasus baru.

Menurutnya, hal ini dikarenakan metode penentuan diagnosa di Kabupaten Magelang saat ini menggunakan swab antigen.

Baca juga: Vaksinasi Pedagang Pasar Tradisional di Kabupaten Magelang Capai 80 Persen

"Karena Kabupaten Magelang masuk dalam kriteria C di mana untuk penentuan hasil konfirmasi itu ditentukan dengan menggunakan swab antigen. Karena kalau kita menggunakan PCR rujukannya sudah sangat penuh semua baik di Salatiga maupun di Solo, sehingga untuk mempermudah mengidentifikasi dan penanganan sesegera mungkin," jelasnya, Rabu (7/7/2021).

Ia menambahkan, metode penggunaan swab antigen ini sangat baik untuk penanganan pandemi meskipun konsekuensinya akan mengalami lonjakan angka terkonfirmasi.

Jadi ketentuannya begitu ada tracing kasus kemudian akan langsung dilakukan swab antigen, kalau hasilnya positif maka harus dilakukan isolasi mandiri (bagi yang bergejala ringan). 

"Dan apabila hasilnya negatif tetap harus melakukan isolasi mandiri, tetapi hari ke 5-6 harus dilakukan swab antigen ulang, apabila hasilnya positif maka akan lanjut isolasi mandiri, tapi kalau hasilnya negatif berarti dinyatakan sehat," terangnya.

Adapun, berdsarkan dari data yang telah dihimpun kenaikan jumlah terkonfirmasi ini rata-rata berasal dari klaster keluarga. 

Sehingga, Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan Protokol Kesehatan (prokes) agar masyarakat tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak atau penting.

Baca juga: Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan di Tugu Ireng Magelang Selama PPKM Darurat

"Kami terus mendorong agar masyarakat mematuhi peraturan pemerintah dalam melaksanakan PPKM Darurat ini. Kalau tidak penting tidak usah keluar rumah, sekiranya harus keluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Paling penting kalau beli makanan di luar di bawa pulang saja (take away) di makan di rumah saja dengan keluarga," tegasnya.

Sementara terkait, ketersediaan oksigen di wilayah Kabupaten Magelang, Nanda mengatakan masih mengalami fluktuatif. 

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Magelang tetap berusaha membantu rekan-rekan rumah sakit untuk bisa mengakses suplai oksigen, yang juga sudah menjadi konsen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini.

"Pak Bupati sudah memerintahkan kepada kami untuk mengkomunikasikan kepada semua pihak, kita juga dibantu oleh Polres untuk penanganan krisis ketersediaan oksigen. Tapi sejauh ini alhamdulilah ada beberapa solusi-solusi yang memang fluktuatif tetapi paling tidak bisa mengatasi kebutuhan oksigen di rumah sakit," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved