Copa America
Brasil Berpeluang Jumpa Argentina di Final Copa America, Ini Kata Neymar
Neymar mengaku dirinya memiliki harapan dapat menghadapi Argentina beserta Messi di partai final Copa America 2021.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM- Brasil berhasil menyingkirkan Peru dengan skor tipis 1-0 pada semifinal Copa America 2021 di Estádio Nilton Santos, Rio de Janeiro, pada Selasa (6/7/2021) pagi WIB.
Gol semata wayang Brasil pada pertandingan ini dicetak Lucas Paqueta pada menit ke-35.
Kemenangan tipis 1-0 ini sudah cukup bagi Brasil untuk memastikan tampil di partai pamungkas. Adapun Brasil berpotensi menghadapi Argentina pada laga pamungkas, apabila tim Tango berhasil menyingkirkan Kolombia di semifinal di Estadio Nacional de Brasilia, Brasil, pada Rabu (7/7/2021).
Neymar memiliki peran penting di balik terciptanya gol pertama Brasil. Bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu melakukan aksi individu, mengelabui sejumlah pemain Peru sebelum mengirimkan assist kepada Lucas Paqueta yang berdiri bebas.
Sementara itu, Lucas Paqueta untuk kali pertama berhasil mencetak gol untuk Brasil dalam dua penampilan beruntun. Gelandang 23 tahun yang bermain untuk Olympique Lyon itu sebelumnya juga mencetak gol kala membawa Brasil menang 1-0 atas Chile di perempat final Copa America 2021
Bintang Brasil, Neymar mengaku dirinya memiliki harapan dapat menghadapi Argentina di partai final Copa America 2021.
Sekadar informasi, rival Amerika Selatan Brasil dan Argentina belum pernah bertemu di final Copa sejak 2007, ketika Selecao menang 3-0.
“Saya ingin Argentina, saya mendukung Argentina. Saya punya teman di sana (Messi)," ujar Neymar dilansir dari laman Reuters.
Namun, Neymar turut menyampaikan kritik kepada wasit Roberto Tobar.
"Wasit tidak bisa melakukan apa yang dia lakukan. Ini adalah kurangnya rasa hormat untuk semua pemain, cara dia berbicara, cara dia terlihat, apa yang dia katakan di lapangan kepada para pemain," keluh Neymar.
“Sejak menit pertama saya berbicara dengannya, dan dia sangat arogan. Semua orang mengatakan itu, saya pikir tidak normal bagi kedua tim untuk mengeluh," lanjutnya.
"Bukan cara dia menyiulkan pertandingan. Dia bisa membuat kesalahan, itu bagian dari itu, tapi arogansi yang dia miliki di pertandingan itu. Bagi saya, dia tidak bisa menjadi wasit di semifinal Copa America," tambahnya.
Ia pun memberikan apresiasi atas penampilan yang ditunjukkan rekannya Lucas Paqueta. Sebagaimana diketahui, Paqueta mencetak gol kemenangan untuk Brasil sebagaimana yang juga ia lakukan di babak perempat final.
Paqueta telah mencetak gol dalam dua penampilan berturut-turut untuk Brasil di semua kompetisi untuk pertama kalinya dalam karirnya.
"Paqueta adalah pemain hebat," ujar Neymar.
"Telah berkembang di setiap pertandingan, dengan setiap pertandingan yang dia mainkan untuk tim nasional. Dia memiliki musim yang hebat untuk klubnya dan telah menunjukkan bahwa dia bisa menjadi pemain yang sangat penting bagi kami di tim nasional. Saya senang dengannya. partisipasinya, dengan permainan yang dia mainkan. Selalu menyenangkan bertemu pemain hebat di tim nasional," tambahnya.
Keberhasilan Brasil menembus final juga merupakan sejarah yang ditorehkan sang pelatih kepala Tite. Ia menyamai Mario Zagallo sebagai pelatih kepala Brasil dengan rekor tak terkalahkan terlama dalam sejarah Copa America (12), memenangkan sembilan pertandingan dan tiga kali seri.
Pelatih berusia 60 tahun itu memiliki persentase kemenangan terbaik kelima di antara para pelatih dengan setidaknya 10 pertandingan dalam sejarah Copa America, hingga 75 persen.
Sejak penunjukannya pada 2016, Brasil telah mencatatkan 42 clean sheet dalam 60 pertandingan di bawah pelatih kepala Tite di semua kompetisi (70 persen).
(TRIBUNJOGJA.COM/ HAN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/timnas-brasil-neymar-gabriel-jesus.jpg)