Headline

YIA Berlakukan Tes Antigen Acak Selama PPKM Darurat

PT Angkasa Pura I akan memberlakukan rapid test antigen atau RT-PCR secara acak kepada pengguna jasa penerbangan, selama pemberlakukan PPKM Darurat.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
Istimewa
DROPZONE - Suasana di dropzone keberangkatan Bandara YIA, Kulon Progo, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, PT Angkasa Pura I akan memberlakukan rapid test antigen atau RT-PCR secara acak kepada pengguna jasa penerbangan di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kulon Progo.

PTS General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan, petugas bandara YIA bersama seluruh stakeholder komunitas bandara siap menerapkan ketentuan perjalanan orang dalam negeri melalui udara pada PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli mendatang.

"Petugas kami juga tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) di seluruh area bandara dan kantor administrasi, untuk membantu mengurangi laju penularan Covid-19," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Senin (5/7/2021).

Ketentuan perjalanan udara baru ini sesuai surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor SE 45 Tahun 2021, tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-19 yang mulai diberlakukan Senin (5/7/2021).

Pada SE tersebut dinyatakan, syarat dokumen bagi calon penumpang penerbangan antarbandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali yaitu sertifikat vaksin Covid-19 dosis pertama, surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Sementara itu, syarat dokumen bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan udara di luar wilayah Jawa dan Bali yaitu surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil rapid test antigen maksimal 1x24 jam dan mengisi e-HAC Indonesia.

Diinformasikan pula, terdapat kebijakan pemerintah daerah terkait ketentuan perjalanan udara yang lebih spesifik seperti dari dan menuju Kalimantan Tengah yang menyaratkan surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan dan wajib dilengkapi dengan barcode/QRcode.

Menuju Kalimantan Barat menyaratkan surat hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Dari dan menuju Sulawesi Tengah menyaratkan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil rapid test antigen negatif maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Menuju Sulawesi Utara menyaratkan surat vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan. Menuju Kupang menyaratkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil rapid test antigen negatif maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Serta menuju Balikpapan menyaratkan surat keterangan hasil rapid test RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan (bagi yang bukan penduduk Balikpapan) dan hasil rapid test antigen negatif maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan (bagi penduduk Balikpapan).

Pandu menyampaikan bagi calon penumpang yang belum divaksin karena alasan medis berdasarkan dokter spesialis dapat dilakukan perjalanan udara dengan syarat surat keterangan dari dokter spesialis dan hasil tes negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Jika hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen calon penumpang yang belum divaksin dengan alasan medis negatif namun menunjukkan gejala, maka mereka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan tes diagnostik RT-PCR. Serta melakukan isolasi mandiri (isoman) selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang benar-benar harus melakukan perjalanan udara pada masa PPKM Darurat ini dapat menyiapkan dokumen syarat penerbangan sehari sebelum keberangkatan dengan benar dan teliti. Serta calon penumpang tiba di bandara sekitar 3 jam sebelum waktu keberangkatan, demi kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan dan menghindari penumpukan pemeriksaan dokumen syarat perjalanan," tandasnya. (scp)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Selasa 6 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved