Breaking News:

Kota Yogyakarta

Keluh Kesah RS Rujukan Covid-19 di Kota Yogya, Minim Stok Oksigen hingga 30 Persen Karyawan Terpapar

Kondisi faskes rujukan Covid-19 di Yogyakarta sudah semakin kewalahan menghadapi lonjakan pasien.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kebutuhan rumah sakit khusus Covid-19 di Kota Yogyakarta, memang dirasa teramat sangat mendesak.

Bagaimana tidak, sejauh ini, kondisi faskes rujukan sudah semakin kewalahan menghadapi lonjakan pasien.

Direktur Utama (Dirut) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin mengatakan, saat ini, bed perawatan bagi pasien Covid-19 di faskesnya sudah penuh.

Alhasil, antrean di ruang IGD pun tidak bisa dihindari lagi.

Baca juga: Banyak Nakes Terpapar, RS Rujukan COVID-19 di Gunungkidul Butuh Tambahan Relawan Medis

"Bed kami ada 55, terdiri dari 40 ruang isolasi dan 15 untuk ICU. Sekarang bisa dikatakan 100 persen penuh, ya, sehingga pasien untuk sementara harus menunggu antrean, jadi kita tempatkan di IGD dulu," katanya, Senin (5/7/2021).

"Seperti hari ini, karena semalam ada yang meninggal tujuh, maka ada ada tujuh pasien Covid-19 di IGD yang kami geser ke bed. Bergulir seperti itu terus," lanjut Komarudin.

Ia pun tidak menampik, lonjakan pasien Covid-19 membuat jajarannya benar-benar kewalahan.

Terlebih, saat ini, sekira 30 persen, dari lebih kurang 600 karyawan RS PKU Yogya harus isolasi mandiri, lantaran terpapar corona.

"30 persen dari berbagai divisi, dari dokter perawat, bagian pemeliharaan dan lain-lain. Jadi, tentu saja, itu sangat berpengaruh juga ke operasional kami," katanya.

Di samping itu, imbuh Komarudin, kebutuhan oksigen yang melonjak drastis memaksa pihaknya memutar otak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved