Breaking News:

Headline

Pemkab Klaten Batasi Mobilitas Warga, Sabtu Minggu di Rumah Saja

Pemkab Klaten mengajak seluruh warga untuk berada di rumah setiap Sabtu dan Minggu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
Dok Humas Pemkab Klaten
TEMPAT KARANTINA - Penampakan GOR Gelarsena di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Kamis (1/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengajak seluruh warga untuk berada di rumah setiap Sabtu dan Minggu. Ajakan ini berlaku mulai Sabtu (3/7) bersamaan dengan hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat guna menekan angka kasus Covid-19 khususnya di Jawa dan Bali.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Kamis (1/7/2021) menyebutkan terjadi penambahan penularan Covid-19 sebesar 658 kasus. Jumlah yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri menjadi 4.747 kasus dan 838 kasus meninggal dunia. Adapun, status Klaten saat ini masih dinyatakan sebagai zona merah.

"Imbauan untuk Sabtu-Minggu di rumah saja sudah digerakan. Imbauan itu mulai Sabtu (3/7) dan berjalan selama Klaten berstatus zona merah," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di lingkungan Kantor Pemkab Klaten, Jumat (2/7/2021).

Ronny mengatakan, gerakan tersebut lebih kepada imbauan dan meminta masyarakat Klaten untuk mematuhi dan mengurangi mobilitas setiap akhir pekan. Dengan mengurangi mobilitas, maka potensi terjadinya kerumunan akan bisa dikurangi. Walhasil, kasus Covid-19 di wilayah Klaten bisa ditekan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Klaten Amin Mustofa menjelaskan kondisi Klaten terkait Covid-19 sedang tidak baik-baik saja. Hal ini tidak bisa diatasi pemerintah tanpa dukungan masyarakat. Ia menjelaskan, media sosial organisasi perangkat daerah juga dikerahkan untuk memposting pesan Sabtu dan Minggu di rumah saja agar bisa serempak dan serentak.

"Masyarakat diminta bisa memahami kebijakan pemerintah. Klaten jam songo ora lungo (Klaten jam sembilan tidak usah bepergian), bahkan kini dipersempit menjadi mulai jam 20.00 WIB agar warga beraktifitas di rumah saja. Apalagi weekend lebih baik di rumah saja. Harap warga patuh agar kondisi sulit ini cepat terkendali," terang Amin Mustofa.

PPKM Darurat
Sementara itu Pemkab Klaten juga siap menjalankan PPKM darurat di daerah itu mulai Sabtu (3/7). "Pelaksanaan PPKM Darurat sudah dirapatkan (di tingkat kabupaten). Nanti camat dan kepala desa akan diarahkan secara vicon oleh ibu Bupati, perintah untuk eksekusi di lapangan," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Klaten, Ronny Roekmito.

Ronny mengatakan, secara garis besar pelaksanaan PPKM Darurat sama dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh Bupati Klaten melalui PPKM Mikro beberapa waktu lalu."Seperti hajatan maksimal di PPKM Darurat 30 orang, kalau kita 20 orang maksimal. Jadi kita tetap pakai yang 20 orang. Untuk yang lainnya kita ikuti aturannya," jelasnya.

GOR Gelarsena Jadi Tempat Isolasi
Pemkab Klaten tengah menyiapkan GOR Gelarsena yang berada di Kelurahan Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara menjadi tempat tambahan untuk isolasi terpusat. Sebelumnya, Pemkab Klaten juga telah meminta 12 rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah itu untuk menambah tempat tidur bagi pasien Covid-19.

"GOR Gelarsena ini akan ditempati oleh pasien Covid-19 yang berjenis kelamin laki-laki. Kalau yang perempuan di Panti Semedi," ujar Ronny. Menurut Ronny, nantinya di GOR Gelarsena tersebut bisa menampung hingga 100 pasien Covid-19 untuk menjalani isolasi terpusat.

Nantinya, GOR tersebut bakal disiapkan bilik-bilik sebagai sekat untuk pasien Covid-19. Satu bilik akan dihuni oleh satu orang.

Di sisi lain, kata Ronny, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Klaten hingga saat ini mencapai 100 persen. "BOR kita masih 100 persen. Saat ini kita juga maksimalkan untuk menambah ruang isolasi di kecamatan dan desa-desa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo mengatakan pada data Kamis (1/7/2021) terdapat penambahan kasus positif Covid-19 di daerah itu sebanyak 658 warga Klaten terkonfirmasi positif Covid-19. "Selain itu, 24 pasien meninggal dunia dan 110 pasien sembuh. Data kumulatif COVID-19 data Kamis mencapai, 15.744 orang," ucapnya. (mur)

selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 3 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved