Breaking News:

PSS Sleman

Kesempatan Berharga Lagi, Pemain Akademi PSS Diboyong ke Tim Senior

Saya bersyukur dipanggil tim senior yang dilatih Coach Dejan Antonic. Pengalaman bermain dan berlatih harapannya dapat melatih mental saya di lapangan

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Dok PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman tak pernah kekurangan talenta muda. Keberadaan akademi yang dikelola klub saat ini nyatanya masih terus menelurkan bibit-bibit pemain muda bertalenta. Apalagi Akademi PSS kerap ikut dalam kompetisi pemain muda, seperti Elite Pro Academy, Piala Soeratin, sampai menyumbang banyak pemain untuk DIY dalam Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON).

Tak heran jika akademi yang dipimpin Guntur Cahyo Utomo sebagai Kepala Development Centre ini, dapat menjadi batu loncatan bagi pemain muda untuk mengembangkan potensinya lebih jauh. Beberapa alumni Akademi PSS Sleman, sebut saja striker Timnas Indonesia kemarin, Saddam Gaffar juga turut menjadi bagian tim senior PSS Sleman.

Ada juga Dimas Fani yang sejak tahun lalu sudah masuk skuat senior PSS meskipun jarang mendapat jam bermain. Kemudian Savio Sheva, pemain muda yang kini membela PSIM Yogyakarta, juga alumni dari suksesnya pembinaan Akademi PSS Sleman.

Sheva, bahkan mulai mendapat kepercayaan dari pelatih Seto Nurdiyantara. Kini, ada seorang stopper muda bernama Rizza Fadillah yang diberi kesempatan untuk ikut berlatih dengan tim senior PSS. Dalam pemusatan latihan (TC) PSS di Cikarang, Jawa Barat kemarin, Rizza turut serta dibawa dengan dua pemain lainnya dari akademi PSS lainnya untuk bergabung latihan bersama Bagus Nirwanto dkk.

“Saya bersyukur dipanggil oleh tim senior yang dilatih oleh Coach Dejan Antonic. Tentu saja pengalaman bermain dan berlatih dengan pemain senior harapannya dapat melatih mental dan juga agar kemampuan saya di lapangan bertambah,” kata Rizza usai berlatih di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sleman, Kamis (1/7/2021).

Masuk ke tim senior PSS, Rizza menilai materi latihan yang disajikan lebih menantang. Termasuk juga latihan fisik yang lebih beragam dibanding selama berlatih di Akademi PSS, yang dapat menambah daya tahannya di lapangan.

Selain itu, latihan itu menambah motivasi Rizza supaya bisa promosi dan mewujudkan mimpinya untuk debut di kompetisi Liga 1. Pemuda kelahiran Ciamis, 19 tahun silam ini punya ambisi kuat untuk ikut membanggakan PSS.

Selama ikut latihan, Rizza mengaku selalu ingat pesan dari Guntur Cahyo Utomo, agar selalu punya mental yang kuat. “Pesan dari Coach Guntur supaya saya lebih fokus, siap dan tentu mental harus kuat. Apalagi saya pemain muda dan bermainnya sama tim senior,” ujar Rizza.

Rizza pun mengaku sangat beruntung ikut serta dibawa dalam TC di Cikarang beberapa waktu lalu. Apalagi saat melakukan uji coba kedua saat TC di Cikarang melawan Munial Sport Grup (MSG) pada 15 Juni lalu di Stadion Wibawa Mukti, Rizza diturunkan Dejan untuk bermain di posisi belakang.

Seusai pertandingan yang dimenangkan Super Elang Jawa dengan skor 2-0 itu, Dejan memuji Rizza yang dinilai memiliki kemampuan bermain yang apik untuk ukuran pemain belakang yang baru dibawanya dari Akademi PSS. Dejan pun berharap kemampuan Rizza bisa ditingkatkan agar bisa lebih baik lagi.

"Saya senang melihat PSS Sleman memiliki potensi pemain muda yang bagus, Rizza terlihat cukup bagus di posisi belakang, ada juga Hokku Caraka yang masih muda juga punya potensi, serta Wahyu Boli yang punya kemampuan defense, potong bola, dan umpan yang apik untuk gol kedua," kata Dejan. (tsf)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Sabtu 3 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved