Breaking News:

Atlet DIY Diminta Lakukan Penyesuaian Selama PPKM Darurat

Tingginya kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah menjadikan pemerintah pusat memberlakukan kebijakan PPKM Darurat.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto (tengah) seusai memberi keterangan pers soal kebijakan KONI DIY terkait PPKM Jawa-Bali 2021, Jumat (2/7/2021), di kantor KONI DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingginya kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah menjadikan pemerintah pusat memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang akan dimulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) mendatang.

Tak bisa dimungkiri, kebijakan itu turut berdampak pada aktivitas para atlet peserta program pemusatan latihan daerah (Puslatda) untuk event Pekan Olahraga Nasional (PON). Terutama, berkaitan dengan terhentinya penggunaan fasilitas olahraga di DIY.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Djoko Pekik Irianto masih menunggu instruksi dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono XI soal bagaimana penerapannya bagi atlet yang tengah berlatih saat ini.

"Sambil kita tunggu itu, kami mengambil sikap untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang PPKM Darurat dan meminta semua insan olahraga di DIY untuk mematuhinya,” ujar Djoko saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor KONI DIY, Jumat (2/7/2021).

“Berikut juga dengan kegiatan Puslatda, Puslatkab/kota, dan segala bentuk pelatihan lainnya agar dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing dengan tetap dipandu oleh pelatih masing-masing," lanjut Djoko.

Selain itu, kegiatan tes performa atlet, layanan massage, uji tanding, try out, try in, serta kejuaraan serupanya untuk ditunda sejenak. Sedangkan kegiatan konsultasi atlet, bimbingan teknis (bimtek), rapat, penataran, hingga workshop dilakukan secara daring.

Lalu kegiatan kantor KONI DIY, kabupaten, kota dilakukan work from home (WFH), kecuali layanan administratif yang mendesak. "Kita imbau pimpinan KONI Kabupaten/Kota, Badan Fungsional serta Pengda/Pengcab melaksanakan dan mengawal kebijakan ini," pinta Djoko.

Sementara itu, KONI DIY sedang berkonsultasi kepada Pemda serta Gugus Tugas Covid-19 DIY untuk diberikan kelonggaran atau kebijakan khusus untuk tetap bisa menggunakan fasilitas olahraga milik Pemda DIY selama PPKM.

"Kita sebelumnya dapat kabar kalau fasilitas latihan milik Pemda DIY akan ditutup, maka kita bersurat untuk minta kebijakan khusus untuk atlet agar dapat tetap berlatih. Kita juga berikan jaminan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat," pungkasnya. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 3 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved