Breaking News:

Jawa

Pemkot Magelang Siap Ikuti Instruksi Pemberlakuan PPKM Darurat

Pemerintah Kota Magelang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021. 

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz saat dimintai keterangan oleh wartawan, Jumat (02/06/2021). 

Pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum baik di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima hingga lapak jajanan tidak diizinkan membuka makan di tempat.

"PKL boleh (buka) tapi tidak boleh makan di tempat, hanya boleh delivery atau take away," ucapnya.

Kemudian tempat ibadah, baik masjid, musala, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

Seluruh fasilitas umum berupa area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara.

"Untuk pengawasannya kita berkoordinasi dengan Satpol PP, Polri, TNI. Tapi memang harus step by step," katanya.

Baca juga: Pemkot Magelang Tambah Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Sementara itu, Sekretaris Daerah Joko Budiyono menambahkan, edukasi masyarakat terus dilakukan meskipun masyarakat saat ini sudah mulai memahami, berbeda dengan awal pandemi Covid-19 yang masih banyak perlawanan.

"Masyarakat sekarang sudah tahu, sadar tentang kondisi seperti ini, tidak seperti yang dulu. Kalau dulu masih ada perlawanan, penolakan, ketika ditertibkan terkait protokol kesehatan," ujar Joko.

Ia juga menyatakan selama PPKM Darurat seluruh obyek wisata juga ditutup.

Serta mengingatkan, kepada seluruh camat/lurah/RT/RW untuk tegas memberlakukan lockdown lokal untuk RT/RW zona merah.

"Bahkan RT/RW yang statusnya zona orange/kuning pun juga perlu diterapkan untuk memutus rantai Covid-19," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved