Breaking News:

Aktor Song Joong Ki Diprotes Tetangga Karena Pembangunan Rumah di Itaewon Ubah Kontur Jalan

Pemeran utama drama Korea (drakor) Vincenzo, Song Joong Ki disebut-sebut sedang berkonflik dengan tetangga di sekitar rumahnya karena pembangunan

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
gqkorea
Song Joong Ki ceritakan dirinya sempat menangis saat syuting berakhir 

Truk tersebut kabarnya sempat tergelincir ke belakang dan roda depan terangkat.

"Sepertinya dibuat lereng untuk menghubungkan tempat parkir, tetapi ini membuat jalan sempit dan menjadi lebih curam, lebih berbahaya. Untuk bagian bawah beberapa mobil rusak, seperti goresan,” ujar salah satu saksi yang melihat kejadian tersebut sesuai yang dikutip Tribunjogja dari SBS.

Meski tidak ada korban dalam kecelakaan itu, warga mulai resah karena bisa saja lain waktu akan ada korban kecelakaan lagi.

Konflik tersebut masih berlanjut dan dibawa ke Divisi Lalu Lintas Yongsan.

“Song Joong Ki mengirimkan beberapa pemberitahuan resmi yang menyatakan bahwa ada unsur ilegal di bagian konstruksi pengaspalan jalan, di mana kemiringannya dinaikkan tanpa izin resmi dari kantor lingkungan, dan bahwa itu harus diperbaiki pada tanggal 30 Juni,” kata Divisi Lalu Lintas Yongsan.

Song Joong Ki
Song Joong Ki (gqkorea)

Menaggapi hal tersebut, agensi Song Joong Ki, History D&C pun turun tangan dan mengatakan akan memperbaiki masalah tersebut.

Baca juga: Setelah Jadi Pacar Tentara Korea Utara, Son Ye Jin Dikabarkan Jadi Jomblo di Drakor 39

"Sejak tahun lalu, konstruksi telah berlangsung di daerah perumahan di Itaewon. Beberapa tanah pribadi yang dibeli Song Joong Ki juga telah digunakan sebagai jalanan sebelumnya, dan itu dirancang dan dibangun termasuk hal itu. Namun, setelah menerima keluhan tentang ketidaknyamanan membatasi lalu lintas kendaraan, kami mengakui sebagian dari jalan tersebut dan menjadikan tanah pribadi sebagai jalanan umum,” ungkap perwakilan agensi.

Pihaknya menyebutkan bahwa kemiringan jalanan yang dijadikan bahan protes tetangga diciptakan untuk memungkinkan kendaraan menyeberang, bukan untuk tempat parkir rumah baru.

Namun, penduduk setempat menyuarakan bahwa kemiringan jalan menyebabkan masalah keamanan.

"Kami akan memperbaikinya agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan," bebernya.

Selain itu, warga juga memprotes kebisingan konstruksi yang telah terjadi selama lebih dari 1 tahun terakhir.

"Itu tidak dapat dihindari karena konstruksi, tapi kami pikir harus lebih memperhatikan hal itu. Kami akan melakukannya," tandas perwakilan History D&C

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved